Suara.com - Terungkap, Peneliti Temukan Cara Otak Merekam Ingatan Saat Tidur
Kita sering dianjurkan untuk belajar sebelum tidur agar lebih mudah mengingat di keesokan harinya.
Kini untuk pertama kalinya, peneliti akhirnya bisa memahami bagaimana cara otak bisa merekam ingatan saat tidur.
Dikutip dari CNN, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Cell Reports, sejumlah peneliti berhasil menemukan hal tersebut dengan cara menanam mikroelektroda dalam otak dua orang.
Mikroelektroda mungil ini akan menunjukkan bagaiamana saraf otak bekerja dalam tidur untuk memutar ulang ingatan jangka pendek kita untuk memindahkan mereka ke bagian permanen.
Studi ini dilakukan oleh konsorsium penelitian akademis bernama BrainGate. Beranggotakan Brown University, the Providence VA Medical Center, Massachusetts General Hospital, Stanford University dan Case Western Reserve University.
Dengan menanam mikroelektroda mungil tersebut, mereka dapat memetakan bagaimana neuron bekerja selama berpikir, alat decoder bisa menerjemahkan isi pikiran menjadi pidato atau perilaku lewat tangan dan kaki prostetik yang ditempelkan.
"Neuron yang berbeda memiliki arah yang diinginkan yang berbeda pula," kata peneliti komputasional dan penulis studi Beata Jarosiewicz.
Dalam studi tersebut, dua orang dengan alat yang ditanam diminta untuk tidur siang sementara akvitas neuron mereka direkam.
Baca Juga: Djoko Santoso Meninggal Karena Pendarahan Otak, Kenali Faktor Risikonya
Setelah itu mereka melakukan sebuah rangkaian permainan yang menggunakan model permainan elektronik bernama Simon di tahun 1980-an, di mana pemain diminta mengulangi urutan gerakan cahaya yang ditunjukkan permainan tersebut.
Mereka menggunakan pikiran mereka untuk mengulangi aksi dalam permainan tersebut sembari aktivitas saraf mereka direkam, setelah itu mereka diminta istirahat dan tidur siang.
Hasilnya menunjukkan bahwa selama tidur, aktivitas neuron sangat kuat korelasinya dengan aktivitas yang direkam saat mereka berdua memainkan permainan tersebut.
Ini berarti otak mereka tetap memainkan Simon saat mereka tidur, mengulangi pola yang sama dalam otak mereka dalam tingkatan saraf.
Dr Richard Isaacson dari New York-Presbyterian Hospital mengatakan betul-betul memahami bagaimana sebuah ingatan tersimpan dalam otak dapat membantu membuka rahasia untuk fungsi kognitif yang optimal.
Sementara, menurut Jarosiewicz, hasil penelitian ini menyebutkan bhwa agar dapat mengoptimalkan fungsi memori dan belajar, semua orang harus memprioritaskan istirahat dan tidur yang cukup agar menjaga 'mesin' kita melakukan performa puncaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?