Suara.com - Balita Tampak Murung dan Sedih, Orangtua Wajib Lakukan Dua Hal Ini
Masalah bukan hanya bisa dimiliki oleh orang dewasa. Anak-anak usia balita juga berpotensi memiliki masalah yang mengganggu dirinya.
Namun tidak seperti orang dewasa, anak-anak belum mengerti apa yang dirasakannya. Sehingga tidak bisa menyampaikan dengan jelas masalah yang dirasakannya.
Saat merasa ada yang tidak nyaman dalam dirinya, anak-anak akan cenderung lebih murung dari biasanya. Saat itulah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengatasi masalahnya.
Psikolog dari Universitas Al Azhar Nurfadilah M. Psi., menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan orangtua untuk membantu anak menyelesaikan masalah adalah bersikap tenang dan santai. Ajak anak bicara dengan komunikasi yang jelas bukan menggunakan bahasa bayi.
"Bonding harus benar-benar ditunjukan. Jadi anak benar-benar merasa aman," kata Nurfa dalam diskusi online Koalisi PAUD HI Nasional, Senin (18/5/2020).
Saat berbicara dengan anak, orangtua perlu menunjukan kepedulian dan oerhatian secara penuh. Tujuannya, kata Nurfa, agar anak merasa mendapat dukungan dari orangtuanya.
Dukungan itu bisa diberikan dengan mengatakan perkataan yang menenangkan atau menyemangati.
"Tunjukan perhatian penuh. Jadi tidak disambi (mengerjakan pekerjaan lain), anak juga jadinya tidak merasa orangtuanya hadir buat dia. Ini penting agar permasalahan anak tidak berlanjut," jelasnya.
Baca Juga: Belajar dari Kasus NF, KPAI: Orang Tua Wajib Dampingi Anak saat Pubertas
Menurut Nurfa, adakalanya orangtua tidak bisa menangani anak yang memiliki masalah. Sehingga membutuhkan bantuan profesional media.
Meski begitu, orangtua harus tahu tanda-tanda anak jika membutuhkan bantuan profesional. Seperti tangisan tak terkendali hingga menyakiti dirinya sendiri atau orang lain bahkan merusak barang, mengalami gangguan tidur, sedih teramat dalam atau marah berlebihan.
"Juga bisa penyakit fisik terkait stres seperti sakit kepala kemudian kebiasaan buruk dimasa lalu muncul lagi, misalnya sebelumnya udah gak ngompol tiba-tiba ngompol lagi," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius