Suara.com - WHO Akan Lakukan Penyedilikan Covid-19, China: Tunggu Pandemi Terkendali
China mengeluarkan pernyataan terkait wacana penyelidikan virus Corona Covid-19 oleh negara-negara dunia yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Presiden China Xi Jinping menyebut China akan mendukung tinjauan komprehensif oleh sebagai respons global terhadap pandemi COVID-19. Syaratnya, situasi pandemi saat ini harus terkendali terlebih dahulu.
"China mendukung evaluasi komprehensif respons global terhadap epidemi setelah epidemi global terkendali, untuk merangkum pengalaman dan memperbaiki kekurangan," kata Xi kepada majelis, dilansir ANTARA.
Pernyataan Xi yang disampaikan melalui pidato format video pada Majelis Kesehatan Dunia, muncul saat resolusi yang didukung Uni Eropa (EU) dan Australia yang menyeru peninjauan tentang asal-usul dan penyebaran virus corona baru, memperoleh dukungan internasional. Pandemi itu telah menewaskan lebih dari 310.000 orang di seluruh dunia.
China sebelumnya menentang seruan Washington dan Canberra untuk penyelidikan itu, tetapi Xi memberi isyarat bahwa Beijing akan menerima peninjauan yang tidak memihak.
"Pekerjaan ini membutuhkan sikap ilmiah dan profesional, dan perlu dipimpin oleh WHO, dan prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan perlu ditegakkan," kata Xi.
Xi kembali membela tindakan China ketika wabah COVID-19 muncul di negara itu dan mengatakan China terbuka dan transparan, dan telah bertindak cepat untuk berbagi informasi tentang penyakit tersebut.
Dia juga menjanjikan dukungan keuangan sebesar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp29,6 triliun) selama dua tahun ke depan untuk membantu penanganan COVID-19, terutama untuk membantu negara-negara berkembang.
Baca Juga: AS dan China Dukung Evaluasi Independen WHO Soal Penanganan COVID-19
China juga akan membuat vaksin COVID-19 yang dikembangkan sendiri sebagai produk publik untuk membantu upaya penanggulangan pandemi, katanya.
Beijing akan bekerja dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membangun depot dan pusat respons kemanusiaan global di China, serta membantu membangun apa yang disebut "koridor hijau" guna mendistribusikan barang-barang penting dengan cepat ke seluruh dunia, kata Xi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut