Suara.com - Psikolog senior Seto Mulyadi alias Kak Seto, mengatakan perilaku NF, gadis 15 tahun pembunuh bocah lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, termasuk dalam perilaku callous unemotional, alih-alilh psikopat.
"Jadi ada saja anak yang mempunyai 'bakat' callous unemotional istilah untuk anak-anak bisa saja memiliki itu, tapi tidak akan menjadi aktual kalau tidak mendapatkan rangsangan negatif," jelasnya kepada Suara.com, Rabu (20/5/2020).
"Jadi ini semacam bertemunya antara faktor 'bakat' tadi, dengan lingkungan yang mendorong lahirnya sebuah tindakan yang sadis, tidak berperikemanusiaan dan sebagainya."
Dalam sebuah studi yang terbit dalam Jurnal Pediatri Italia BMC, perilaku CU termasuk kurangnya empati, rasa bersalah, dan emosi yang dangkal.
Kondisi ini juga dapat mengidentifikasi subkelompok anak-anak yang menunjukkan perilaku antisosial parah dan persisten.
Berdasarkan data yang terbit dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry dari Wirral Child Health and Development Study (WCHADS) menunjukkan, respon anak terhadap emosi orang lain dapat meningkat dengan adanya respon dan 'kehangatan' pola asuh sang ibu selama masa bayi.
Penelitian yang dilakukan oleh Nicola Wright dan rekannya ini merupakan yang pertama dalam mengidentifikasi hubungan antara pengalaman bayi tentang perhatian emosional empatik dan risiko lebih rendah dari sifat CU.
"Kami memperkirakan bahwa sensivitas seorang ibu terhadap isyarat kesedihan bayinya akan memiliki peran spesifik dalam menurunkan sifat-sifat CU karena mengalami empati orang tua akan meningkatkan empati pada anak," tuturnya, dilansir Association for Child and Adolescent Mental Health.
Hasilnya, peneliti menemukan sensivitas terhadap kesedihan bayi memang memprediksi risiko lebih rendah dari sifat CU pada anak, begitu pun dengan kehangatan sang ibu.
Baca Juga: Coba Yoga, Dapat Bantu Atasi Krisis Kesehatan Mental Saat di Rumah Aja
"Respon anak-anak terhadap emosi orang lain dapat ditingkatkan dengan respon ibu mereka sendiri terhadap mereka dan kehangatan ibu mereka," tulis peneliti.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru