Suara.com - Penerapan New Normal: Lebih Baik Pakai Masker atau Face Shield?
Beberapa negara di dunia sekarang sedang bersiap memasuki new normal, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, pemakaian masker wajah tetap diberlakukan, demi mencegah melonjaknya kasus virus corona.
Namun, beberapa dokter, terutama di Amerika, mengatakan pamakaian masker saja masih kurang dalam upaya melindungi diri di kehidupan sehari-hari. Mereka pun mempertimbangkan apakah masyarakat perlu memakai pelindung wajah.
"Saya mengenakan pelindung wajah setiap kali memasuki toko atau bangunan lain. Terkadang saya juga memakai masker kain jika diminta oleh kebijakan toko," kata Dr. Eli Perencevich, dokter penyakit menular di University of Iowa and the Iowa City Veterans Affairs Health Care System, dikutip dari New York Times.
Dalam sebuah artikel opini yang terbit bulan lalu di JAMA, ia dan dua rekannya berpendapat pelindung wajah dapat membantu mengurangi penularan infeksi.
Idenya bukan hanya dari eksperimen pemikiran. Sebab, para guru di beberapa wilayah, seperti California, Philadelphia, dan Singapura, pun direkomendasikan untuk memakai pelindung wajah saat sekolah kembali dibuka bulan depan.
Perencevich percaya bahwa pelindung wajah harus menjadi alat pelindung pribadi karena alasan yang sama seperti petugas kesehatan. Ini melindungi seluruh wajah, dan mencegah orang menyentuh wajah atau melindungi ketika tidak sengaja memaparkan diri terhadap virus corona.
Meski begitu, ia dan para ahli lainnya mengakui bahwa pelindung wajah memiliki batasnya.
Sama seperti masker, alat ini juga harus dilepas ketika makan. Dan studi mengenai seberapa efektif pelindung wajah melindungi seseorang dari penularan virus masih jarang dilakukan.
Baca Juga: Awalnya Santuy, New Normal Ala Swedia Berakhir Gagal Total
Bahkan dalam jarak dekat, bisa ada skenario di mana pelindung wajah tidak seefektif masker yang menutup penuh hidung dan mulut. Terutama ketika ada seseorang yang berbicara dari samping atau belakang, kata William Lindsley, seorang bioengineer di Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
"Saya penggemar berat pelindung wajah. Tapi saya pikir kita belum bisa menukar masker dengan pelindung wajah dulu," jelas Saskia Popescu, spesialis senior pencegahan infeksi di Universitas George Mason di Fairfax, Virginia.
Perencevich dan rekan-rekannya berharap penelitian lebih lanjut akan menunjukkan pelindung wajah lebih unggul daripada masker, tidak hanya karena memberikan perlindungan penuh pada wajah, tetapi alat ini hampir mustahil untuk dipakai secara tidak benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?