Suara.com - Sikap rasisme terhadap George Floyd oleh polisi kulit putih yang menyebabkan serial protes di penjuru Amerika Serikat menarik banyak kelompok dokter. American Academy of Pediatrics (AAP), American Medical Association (AMA) dan American College of Physicians (ACP) menekankan bahwa rasisme adalah masalah kesehatan dalam masyarakat.
"Rasisme adalah masalah kesehatan masyarakat," tulis AAP dalam akun Twitternya pada Minggu (31/5/2020). Postingan AAP terkait dengan kebijakan mereka pada tahun 2019 tentang dampak rasisme pada kesehatan anak dan remaja.
"AAP mengecam kekerasan, terutama ketika dilakukan oleh pihak berwenang dan menyerukan pemeriksaan mendalam tentang bagaimana meningkatkan peran kepolisian, kekerasan sistemik membutuhkan respons sistemik," tambahnya.
Dilansir dari CNN, ACP juga menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sangat prihatin tentang diskriminasi dan kekerasan terhadap komunitas kulit berwarna.
"Jelas bahwa orang Afrika-Amerika khususnya beresiko mengalami diskriminasi dan kekerasan terhadap karena ras, ini membahayakan dan bahkan bisa mengorbankan nyawa. Ini seharusnya tidak pernah dapat diterima," kata Heather Gantzer, ketua dewan ACP.
"ACP telah lama berpendapat bahwa kejahatan rasial, prasangka, diskriminasi, pelecehan dan kekerasan terhadap siapa pun berdasarkan ras, etnis, agama, jenis kelamin, identitas gender, jenis kelamin, orientasi seksual, atau negara asal adalah masalah kesehatan masyarakat," kata Gantzer dalam bagian.
Baik APA, AMA, maupun ACP juga mengeluarkan pernyataan kebijakan tentang kejahatan rasial sebagai masalah kesehatan masyarakat. Kebijakan itu merujuk pada rasisme dan diskriminasi dapat berperan dalam meningkatkan risiko penyakit kronis tertentu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengalaman rasisme atau diskriminasi meningkatkan risiko masalah kesehatan emosional dan fisik, termasuk depresi, penyakit kardiovaskular, hipertensi. Lebih dari 40 persen orang dewasa berkulit hitam memiliki tekanan darah tinggi dan bahkan kematian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?