Suara.com - Berada di rumah aja untuk bermain dan belajar membuat anak-anak semakin erat dengan gadget. Apalagi kini belajar di rumah juga sudah beralih menjadi virtual.
Banyak orangtua yang kini melonggarkan batasan waktu gadget pada anak dengan alasan untuk membuat anak tetap sibuk. Sementara, semakin sedikit anak yang bermain di luar.
Dikutip dari AsiaOne, kombinasi tersebut di atas dapat membahayakan penglihatan anak dan meningkatkan risiko mereka mengalami miopi atau rabun jauh.
Miopia adalah kondisi saat bola mata terlalu panjang atau mata berfokus terlalu kuat, menyebabkan sinar cahaya untuk berfokus di depan retina ketimbang berada di dalamnya dan menyebabkan gambar buram.
Kacamata dan lensa kontak bisa memperbaiki penglihatan pengidap miopi. Akan tetapi apabila mengidapnya sejak kecil, akan membuat anak-anak berisiko mengalami masalah mata parah nantinya, misalnya glaukoma.
Para peneliti di Irlandia menemukan bahwa menghabiskan lebih dari tiga jam screen time per hari meningkatkan risiko terkena miopia pada anak-anak sekolah.
Dan para investigator di Denmark mengungkapkan risiko miopia berlipat ganda pada remaja denmark yang menggunakan gadget lebih dari enam jam per hari.
Sehingga, berada keluar rumah bisa memperlambat gejala dan perkembangan rabun jauh. Akan tetapi belum ada kepastian seberapa lama anak-anak harus bermain di luar untuk mendapatkan hal tersebut.
Oleh karena itu, para orangtua sebaiknya mengatur dengan hati-hati penggunaan gadget untuk mendukung belajar dan membatasi untuk menonton film dan bermain game.
Baca Juga: Anak Kurang Serat, Waspada 3 Masalah Kesehatan Berikut
Dan jika memungkinkan, ajak anak bermain di luar namun tetap menerapkan social distancing.
Kemudian, direkomendasikan untuk mengambil istirahat selama 20 detik setelah menggunakan gadget selama 20 menit. Pasang timer untuk mengingatkan anak-anak beristirahat, serta menjauhkan gadget setidaknya 60 sentimeter jauhnya dari wajah anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?