Suara.com - Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang dianggap rentan terinfeksi virus corona Covid-19. Tapi, wanita hamil berkulit hitam disebut lebih berisiko daripada lainnya.
Sebanyak 427 wanita hamil yang diteliti antara awal Maret hingga April 2020, lebih dari setengahnya berasal dari ras kulit hitam yang memiliki risiko 3 kali lipat terinfeksi virus corona Covid-19.
Sebagian besar dari wanita hamil berkulit hitam ini menderita sakit parah dan menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi hamil tua atau kehamilan trimester akhir.
Meskipun bayi bisa terinfeksi virus, tapi para peneliti mengatakan bahwa hal itu tidak biasa terjadi. Berdasarkan data untuk wanita hamil dengan virus corona yang menjalani perawatan di 194 unit kebidanan di Inggris selama 6 minggu, menunjukkan:
1. 56 persen dari ras kulit hitam, Asia atau kelompot etnis minoritas lainnya (25 persen Asia, 22 persen berkulit hitam)
2. 70 persen kelebihan berat badan dan obesitas
3. 40 persen berusia 35 tahun ke atas
4. 34 persen memiliki kondisi kesehatan kronis yang mendasarinya
Prof Marian Knight, profesor kesehatan populasi ibu dan anak dari Universitas Oxford, mengatakan sebanyak 20 persen wanita yang melahirkan berasal dari latar belakang kulit hitam dan etnis minoritas (BAME) dalam masa normal.
Sebuah studi di British Medical Journal pun menyatakan bahwa tingginya proporsi wanita hamil dari kelompok kulit hitam dan etnis minoritas atau black, Asian, and minority ethnic (BAME) yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19 perlu diselidiki.
Meskipun obesitas dan usia termasuk faktor yang memengaruhi tingkat risiko seseorang terinfeksi virus corona. Tapi, ada faktor risiko yang lebih tinggi pada kelompok etnis minoritas.
Prof Knight menyatakan bahwa tingginya risiko wanita hamil BAME yang terinfeksi virus corona bukan persoalan sederhana yang mudah dipecahkan.
Baca Juga: Waspada Serangan Jantung, Cobalah Cek Kondisi Urine!
Prof Knight juga mengatakan berbicara perihal perempuan BAME bukan berarti mereka yang berasal dari satu kelompok memiliki persoalan yang sama. Faktor risiko perempuan berkulit hitam juga dipengaruhi oleh pekerjaan, penggunaan transportasi dan budaya.
"Covid-19 adalah lensa yang menunjukkan betapa pentingnya perbedaan," kata Prof Knight dikutip dari BBC.
Menurut Prof Knight sendiri, wanita dari kelompok tertentu cenderung ragu-ragu untuk mencari bantuan medis lebih awal ketika mengalami gejala virus corona Covid-19. Masalah itulah yang mungkin membuat mereka menderita virus corona parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya