Suara.com - Saat cuaca panas, berkeringat adalah hal umum yang dialami semua orang. Ini juga bisa terjadi ketika Anda melakukan latihan intensif.
Meskipun keringat terasa menjengkelkan dan berbau, berkeringat adalah reaksi alami tubuh. Faktanya adalah bahwa berkeringat merupakan cara bagi tubuh Anda untuk melawan panas.
Selain itu, berkeringat sangat baik untuk tubuh. Simak 5 manfaat kesehatan dari berkeringat berikut, dirangkum dari Medical Daily.
1. Meningkatkan endorfin
Berolahraga meningkatkan tingkat hormon endorfin, zat kimia alami tubuh yang memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit serta dapat memicu perasaan positif. Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters menemukan latihan kelompok benar-benar meningkatkan kadar endorfin dibanding mereka yang olahraga sendiri.
2. Detoksifikasi tubuh
Tubuh melepaskan racun dengan menggunakan keringat sebagai salurannya. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Environmental and Contamination Toxicology menemukan banyak elemen beracun yang diekskresikan melalui keringat. Para peneliti percaya analisis keringat dapat dianggap sebagai metode tambahan untuk memantau unsur-unsur beracun pada manusia daripada hanya tes darah dan/atau urine.
3. Menurunkan risiko batu ginjal
Berkeringat bisa menjadi cara yang efektif untuk mengeluarkan garam dan mempertahankan kalsium tulang. Ini membatasi akumulasi garam dan kalsium di ginjal dan urine, yang merupakan asal batu. Sehingga, bukan kebetulan orang yang berkeringat cenderung minum lebih banyak air dan cairan, yang merupakan metode pencegahan lain untuk batu ginjal.
4. Mencegah pilek dan penyakit lain
Berkeringat sebenarnya dapat membantu melawan kuman TBC dan patogen berbahaya lainnya. Diane De Fiori, seorang dokter kulit di Rosacea Treatment Clinic di Melbourne, Australia, mengatakan kepada Medical Daily dalam sebuah email: "Keringat mengandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri, dan jamur. Peptida ini bermuatan positif dan menarik bakteri bermuatan negatif, memasuki membran bakteri, dan memecahnya."
5. Menghindarkan kulit dari jerawat
Pori-pori akan terbuka ketika Anda berkeringat dan melepaskan penumpukan di dalamnya. "Keringat membersihkan tubuh dari racun yang dapat menyumbat pori-pori dan mengganggu kulit dengan jerawat dan noda," kata Dr. Adebola Dele-Michael, seorang dokter kulit di Radiant Skin Dermatology and Laser di New York City.
Baca Juga: Bikin Minder, Ini Penyebab Bau Keringat Tidak Sedap
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?