Suara.com - Demam tinggi menjadi gejala paling umum yang biasa terjadi jika terinfeksi penyakit yang disebabkan virus. Hal itu pula yang terjadi pada pasien Covid-19 maupun pasien demam berdarah atau DBD.
Meski disebabkan oleh virus yang berbeda, orang yang terinfeksi Covid-19 atau DBD akan mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Meski begitu, DBD masih memiliki gejala spesifik yang tidak terjadi pada pasien Covid-19.
"Biasanya keluhannya demam tinggi mendadak, kadang bisa disertai muka merah, nyeri kepala, nyeri pada belakang mata, pendarahan mendadak, itu yang tidak ada pada Covid. Pendarahan seperti mimisan," kata ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) dalam siaran virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (22/6/2020).
Mulya menjelaskan, DBD disebabkan karena virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Orang yang terinfeksi akan mengalami fase kritis pada hari ketiga, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, jelas Mulya. Fase kritis itu terjadi lantaran pasien kekurangan cairan.
"Obat DBD sebenarnya cairan. Jadi kalau hari ketiga dia tidak minum, kita menyebutnya warning sign, (demam) tidak turun, kemudian dia lemas, pendarahan spontan, ada pembesaran ulu hati, penumpukan cairan sama trombosit yang makin turun, itu khas sekali bahaya DBD. Yang bahaya di hari ketiga itu kita sebut fase kritis," paparnya.
Kondisi terparah bisa menyebabkan kebocoran di pembuluh darah. Akibatnya akan ada cairan yang keluar, kemudian aliran darah ke otak berkurang sehingga menyebabkan tubuh lemas.
Mulya mengingatkan, jika gejala warning sign itu terjadi, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Demam tinggi yang terjadi lebih dari dua hari juga harus diwaspadai.
"Biasanya penyakit khas virus itu demam tinggi. Kalau demam 2-3 hari nggak turun, segera dibawa ke rumah sakit. Pada DBD gejala batuk memang bisa terjadi, tapi hanya 10-15 persen, dan tidak sesak, tidak seperti Covid-19. Lebih demam dan pendarahan kulit yang harus diwaspadai," jelasnya.
Tidak seperti Covid-19 yang lebih berisiko tinggi mudah menginfeksi orang lanjut usia dan pasien penyakit penyerta, Mulya mengatakan DBD bisa terjadi pada jenjang umur berapa pun. Hanya saja, beberapa belakangan lebih banyak terjadi pada remaja dan dibawa ke rumah sakit telah pada fase kritis.
Baca Juga: Baca soal Corona Anda Langsung Demam dan Sesak Napas? Ini Kata Dokter
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang