Suara.com - Lidah bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami gagal jantung kronis. Sebab, mikroorganisme pada lidah dapat membantu mendiagnosis gagal jantung.
Temuan tersebut berdasar penelitian yang telah dipresentasikan di HFA Discoveries, sebuah platform ilmiah dari European Society of Cardiology (ESC) pada Selasa (23/6/2020), demikian dilansir dari Medical Xpress.
"Lidah pasien dengan gagal jantung kronis terlihat sama sekali berbeda dengan orang sehat. Lidah normal berwarna merah pucat dengan lapisan putih pucat. Pasien gagal jantung memiliki lidah yang lebih merah dengan lapisan kuning dan penampilannya berubah ketika penyakitnya menjadi lebih parah," kata penulis penelitian Dr. Tianhui Yuan di Universitas Kedokteran Cina Guangzhou.
"Penelitian kami menemukan bahwa komposisi, jumlah, dan bakteri dominan dari lapisan lidah berbeda antara pasien gagal jantung dan orang sehat," teran Yuan.
Studi ini meneliti komposisi microbiome lidah pada peserta dengan dan tanpa gagal jantung kronis. Studi ini mendaftarkan 42 pasien di rumah sakit dengan gagal jantung kronis dan 28 orang sehat sebagai kelompok kontrol.
Sebelum mengambil sampel, peneliti memastikan bahwa partisipan tidak memiliki penyakit mulut, lidah atau gigi. Serta tidak menderita infeksi saluran pernapasan dalam seminggu terakhir, tidak menggunakan antibiotik dan penekan kekebalan dalam seminggu terakhir, dan tidak sedang hamil atau menyusui.
Penelitian itu menggunkan sendok stainless steel untuk mengambil sampel lapisan lidah di pagi hari, sebelum para peserta menyikat gigi atau sarapan. Teknik ini disebut sekuensing gen 16S rRNA digunakan untuk mengidentifikasi bakteri dalam sampel.
Para peneliti menemukan bahwa pasien gagal jantung sama-sama memiliki jenis mikroorganisme yang sama dalam lapisan lidah mereka. Sementara orang sehat juga memiliki mikroba yang sama dengan orang sehat lainnya. Tidak ada tumpang tindih atau kesamaan dalam kandungan bakteri antara kedua kelompok tersebut.
Pada tingkat genus, lima kategori bakteri membedakan pasien gagal jantung dari orang sehat. Selain itu, ada penurunan kadar Eubacterium dan Solobacterium pada pasien gagal jantung yang semakin parah.
Baca Juga: Dikira Virus Corona, Warga Ogah Tolong Pria Gagal Jantung hingga Meninggal
"Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi hasil kami menunjukkan bahwa mikroba lidah dapat membantu skrining skala luas, diagnosis, dan pemantauan jangka panjang gagal jantung. Mekanisme yang mendasari menghubungkan mikroorganisme di lapisan lidah dengan fungsi jantung perlu dipelajari lebih lanjut," kata Yuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui