Suara.com - Para ilmuwan berencana meneliti air garam atau air asin yang digunakan untuk berkumur dan membasuh hidung untuk membantu meringankan gejala awal Covid-19. Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Edinburgh, Texas, Amerika Serikat.
Dilansir dari Independent, peneliti berharap untuk membangun studi percontohan yang menyarankan berkumur denan air garam atau membilas hidung yang telah mengurangi durasi penyakit pada orang yang memiliki pilek biasa.
Menurut peneliti, penumpahan virus dan penularannya berkurang pada orang yang menggunakan air garam. Hal tersebut ditemukan dalam percobaan awal, meskipun pengurangan tidak pada tingkat yang signifikan secara statistik.
Studi itu mengumpulkan hasil penuh dari 54 orang yang sebagian besar terinfeksi dengan rhinovirus tetapi beberapa di antaranya terinfeksi virus corona.
Para ahli mengatakan sel-sel manusia tertentu mampu menggunakan ion klorida (komponen garam laut) untuk mensintesis asam hipoklor yang merupakan bahan aktif dalam pemutih dan dikenal memiliki sifat antivirus. Perawatan yang direncanakan akan memasok sel-sel itu dengan ion klorida tambahan.
“Karena Covid-19 adalah jenis baru dari virus corona, kita tidak tahu apakah membilas hidung dan berkumur dengan air asin akan memiliki efek yang sama seperti yang sebelumnya terlihat pada (virus) jenis lain," tulis para peneliti pada laman rekruitmen.
“Jika Anda ikut serta dalam uji coba ini dan diminta untuk melakukan pencucian hidung dan berkumur, Anda mungkin mendapatkan manfaat langsung atau tidak mendapatkan manfaat, gejala Anda mungkin atau tidak menjadi lebih cepat membaik dan orang lain di rumah Anda mungkin atau tidak dilindungi dari terinfeksi," tambahnya.
"Ini adalah pertanyaan yang akan kita selidiki melalui penelitian ini," tulis para peneliti.
Profesor Aziz Sheikh, direktur University of Edinburgh's Usher Institute menambahkan, bahwa jika memang proses berkumur atau membilas hidung bisa menekan gejala, maka metode tersebut akan jadi perawatan yang mudah.
Baca Juga: Gejala Covid-19 Bisa Ganggu Pendengaran, Waspada Sensasi Tekanan di Telinga
"Ini hanya membutuhkan garam, air dan beberapa pemahaman tentang prosedur sehingga jika terbukti efektif, ini akan mudah dan murah untuk diterapkan secara luas," kata Sheikh.
Orang-orang yang ikut serta dalam uji coba baru akan diminta untuk mengikuti saran pemerintah tentang kebersihan dan isolasi diri. Satu kelompok akan diminta untuk berkumur dan membersihkan hidung mereka dengan air garam dan yang lainnya tidak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah