Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) lebih mungkin menderita serangan jantung atau aritmia yang disebabkan oleh masalah sistemik.
Studi ini menemukan bahwa penangkapan jantung adalah suatu kondisi di mana jantung berhenti berdetak mendadak. Sedangkan, aritmia di ICU adalah konsekuensi dari bentuk sistemik virus corona Covid-19.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hear Rhythm ini bisa membantu dokter lebih baik merawat dan mengelola pasien virus corona Covid-19 di ICU.
Saat ini para ilmuwan pun masih terus mengumpulkan data tentang bagaimana virus memengaruhi orang-orang yang terinfeksi di tengah pandemi global yang belum usai.
Data ini bisa membantu para ilmuwan menemukan perawatan efektif yang bisa membantu orang terhindar dari virus corona Covid-19. Selain itu, temuan ini bisa membantu membunuh virus dan meminimalkan dampaknya pada tubuh.
Laporan awal yang berasal dari pusat wabah virus corona di Wuhan, China menemukan semua pasien yang terinfeksi virus berisiko lebih tinggi terkena aritmia yang bisa menyebabkan penangkapan jantung dan masalah jantung serius lainnya.
Para peneliti percaya bahwa serangan jantung dan aritmia kemungkinan merupakan konsekuensi dari masalah sistemik, bukan hanya efek langsung dari infeksi virus corona Covid-19.
Namun, sekarang ini nampaknya pasien virus corona Covid-19 dalam kondisi parah di ICU dan mengancam jiwa memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah jantung serius.
"Temuan kami menunjukkan bahwa penyebab non-jantung, seperti infeksi sistemik, peradangan dan penyakit cenderung berkontribusi lebih banyak pada terjadinya henti jantung dan aritmia, daripada sel jantung yang rusak atau terinfeksi akibat virus," jelas Dr Rajat Deo, seorang electrophysiologist jantung dan associate professor of Cardiovascular Medicine di Penn dikutip dari Medical News Today.
Baca Juga: Tak Hanya Batuk Kering, Batuk Berdarah Juga Jadi Gejala Virus Corona!
Pasien ICU lebih berisiko mengalami masalah jantung
Para peneliti telah mempelajari data dari 700 pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania dari awal Maret hingga pertengahan Mei 2020.
Para peneliti mengambil berbagai data, termasuk kemungkinan komorbiditas untuk masalah jantung, informasi demografis umum lainnya, tanda vital masing-masing pasien, perawatan serta hasil tes. Semua pasien rata-rata berusia 50 tahun.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa 53 pasien memiliki aritmia, termasuk 25 insiden fibrilasi atrium yang membutuhkan perawatan, 9 insiden bradyarrhythmias dan 10 kejadian takikardia ventrikel.
Dari 700 pasien, sebanyak 11 persen membutuhkan perawatan ICU dan 9 orang di antaranya mengalami serangan jantung.
Secara umum. para peneliti menemukan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di ICU lebih mungkin mengalami aritmia dan serangan jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya