Suara.com - Para anggota parlemen Inggris mengatakan Universitas Oxford saat ini 'memimpin dunia' dalam mengembangkan vaksin Covid-19 dan kemungkinan akan selesai saat memasuki musim dingin (Desember).
Kate Bingham, ketua gugus untuk masalah vaksin di Inggris, mengatakan dia berharap vaksin tersedia pada awal tahun depan, baik dari satu atau lebih kandidat yang ada. Meski vaksin pertama kemungkinan hanya bisa meringankan gejala sehingga penderita Covid-19 tidak mengalami sakit parah.
"Saya harap kita dapat meningkatkan (vaksin) pada jadwal tersebut dan menolong kalian," kata Prof Sarah Gilbert dari Universitas Oxford, namun ia tidak mengatakan seberapa cepat vaksin kemungkinan akan siap.
Jarak fisik telah mengurangi jumlah orang yang terinfeksi di Inggris, mempersulit percobaan vaksin sehingga mereka harus mengujinya di Brasil dan Afrika Selatan, di mana jumlah kasusnya tinggi.
AstraZeneca, perusahaan yang bekerja sama dengan Oxford, akan memulai uji coba vaksin terhadap 30.000 orang di AS.
"Studi Oxford kemungkinan akan memvaksinasi semua subyek kemanjuran sebelum salah satu dari vaksin lain benar-benar memulai uji coba klinis. Jadi itu hanya memberi Anda skala seberapa jauh mereka dibandingkan dengan perusahaan lain,” katanya, dilansir The Guardian.
Di sisi lain, Sir John Bell, profesor kedokteran di Universitas Oxford, mengkritik kurangnya perencanaan pandemi di Inggris dan termasuk tidak adanya kapasitas produksi untuk vaksin.
“Orang-orang terkadang berbicara tentang flu tetapi sangat sedikit yang mereka dilakukan. Saya pikir kami tidak benar-benar siap untuk pandemi di Inggris. Dan saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu kita perhatikan dengan saksama," katanya.
Menurutnya, Inggris telah menunjukkan kemampuannya untuk menjadi yang terdepan dalam penelitian ilmiah dan uji klinis vaksin.
Baca Juga: Covid-19 Naik di Titik Tertinggi, Trump: Virus akan Hilang Begitu Saja!
"Itu semua asalnya bukan dari strategi perencanaan pandemi, yang diadakan oleh PHE (Kesehatan Masyarakat Inggris). Itu berasal dari sains akademis yang kuat dan telah diizinkan untuk berkembang di lingkungan ini dan, tanpa mereka, kita akan berada dalam masalah besar," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa