Suara.com - Saat dunia tengah berperang melawan virus corona Covid-19, China memberi peringatan soal penyakit kuno yang muncul kembali, yakni bubonic plague atau wabah pes.
Dilansir dari Health, pada (05/07/2020), seorang gembala di Mongolia Dalam (bagian dari China) didiagnosis menderita penyakit pes dan menerima perawatan di rumah sakit, kata pejabat kesehatan kota Bayannur.
Maka dari itu, komisi kota mengeluarkan peringatan agar tidak berburu, makan, atau mengangkut hewan yang berpotensi terinfeksi, terutama marmut (tupai tanah besar).
Bubonic plague sendiri dijuluki dengan "kematian hitam," yang menyebabkan pandemi paling fatal yang tercatat dalam sejarah manusia, memusnahkan 30-50% populasi Eropa pada abad ke-14. Berikut beberapa fakta yang berlu Anda ketahui tentang penyakit mematikan ini.
1. Disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis
Bakteri ini dibawa oleh tikus, kelinci, coyote, kambing, domba, dan kucing. Faktanya, lebih dari 200 spesies hewan dapat terinfeksi oleh wabah ini, kata Pusat Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Iowa State University.
Tiga bentuk wabah adalah wabah pes, wabah septikemia, dan wabah pneumonik. Sejauh ini wabah pes adalah yang paling umum pada manusia.
2. Proses penularan penyakit
Orang dapat terinfeksi oleh wabah melalui gigitan kutu, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau menghirup bakteri. Gigitan kutu adalah bentuk penularan yang paling umum, kata CDC.
Wabah pneumonik adalah satu-satunya bentuk yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, melalui menghirup tetesan pernapasan yang terinfeksi. Namun, CDC mengatakan penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi.
3. Gejala utama
Jika Anda terjangkit penyakit pes, Anda akan mengalami demam, sakit kepala, kedinginan, dan kelemahan, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Pasien wabah septikemia juga mengalami demam, kedinginandan kelemahan, serta sakit perut, syok, dan kemungkinan pendarahan internal, bahkan kulit dan jaringan lain dapat berubah menjadi hitam.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Wabah Pes Merebak di China
Wabah pneumonik adalah bentuk yang paling tidak umum, tetapi paling mematikan. Pasien mengalami demam, sakit kepala, lemah, dan pneumonia yang berkembang cepat dengan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan kadang-kadang lendir berdarah atau berair.
4. Pengobatan
Semua bentuk wabah dapat diobati, tetapi diagnosis dini dan antibiotik sangat penting. Jika penyakit pes tidak diobati dengan cepat, bakteri dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh dan menghasilkan bentuk penyakit yang lebih serius.
5. Dapatkah menjadi pandemi global berikutnya?
Tidak. Ingat, wabah itu jarang terjadi, terutama di daerah perkotaan. Dan para ahli kesehatan mengatakan tidak ada kemungkinan pandemi wabah global saat ini, karena itu (bubonic plague) mudah dicegah dan ada pengobatan untuk menyembuhkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens