Suara.com - Kabar kurang baik datang dari news anchor Jeremy Teti yang sedang menderita penyakit jantung dan batu ginjal. Pria 52 tahun itu mengaku sudah dua kali terkena batu ginjal dalam setahun ini.
"Setahun ini sudah dua kali kena, Januari kena, bulan Juni juga kena. Aduh ini ada apalagi dengan batu-batuan dalam tubuhku," katanya di kanal YouTube Cumicumi pada Rabu (15/07/2020).
Dilansir dari MDedge, batu ginjal ditemukan pada 11 persen populasi dan pria 2 kali lebih berisiko menderita penyakit ini daripada wanita. Pasien dengan kondisi metabolisme mendasar, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, hiperurisemia, hiperkolesterolemia dan penyakit ginjal kronis jauh lebih berisiko terkena batu ginjal.
Mereka juga mungkin berisiko menderita penyakit jantung. Tapi, apakah penyakit batu ginjal yang menyebabkan penyakit jantung atau sebaliknya?
Awalnya, para profesional medis mengira orang yang terkena batu ginjal merupakan kelompok dengan faktor risiko penyakit jantung. Karena, masalah metabolisme ditemukan pada kedua kelompok.
Temuan batu ginjal pada pasien jantung adalah penemuan yang kebetulan. Namun, sebuah penelitian dalam American Journal of Kidney Disease telah mengubah konsep tersebut.
Liu dan rekannya telah melakukan meta-analisis studi yang melibatkan lebih dari 3,5 juta pasien untuk mencari tahu hubungan batu ginjal dengan penyakit jantung.
Pada tahun 1973, Westlund melaporkan bahwa pasien yang menderita batu ginjal kemungkinan memiliki infark miokard (MI). Tapi, Westlund tidak bisa mengidentifikasi peningkatan risiko MI pada pembentuk batu ginjal di pria.
Pada tahun 1976, Elmfeldt dan rekannya melaporkan infark miokard dua kali lebih banyak pada subjek penelitian dengan batu ginjal. Namun di tahun yang sama, Ljunghall dan Hedstrand tidak dapat menemukan korelasi antara batu ginjal dan penyakit jantung pada pria paruh baya.
Baca Juga: Salah Satu yang Terdepan, Kapan Vaksin Virus Corona Oxford Tersedia?
Liu dan kelompoknya memutuskan menggunakan sistem bertingkat untuk meneliti studi pasien batu ginjal yang menunjukkan tanda-tanda penyakit jantung. Mereka melakukan meta-analisis membandingkan 50 ribu pasien dengan batu ginjal dan lebih dari 3,5 juta pasien tanpa batu ginjal.
Para peneliti mengidentifikasi batu ginjal sebagai faktor risiko yang dapat diidentifikasi secara terpisah untuk penyakit jantung.
Faktanya, tim studi Liu dapat mengukur dengan tepat seberapa besar risiko penyakit jantung pada pasien batu ginjal.
Mereka menggunakan plot data hasil multivariat dan mendefinisikan penyakit jantung menggunakan titik akhir yang keras (MI fatal atau nonfatal atau revaskularisasi koroner).
Hasilnya, mereka menemukan peningkatan 19 persen penyakit jantung pada pasien batu ginjal. Lalu, pasien dengan batu ginjal memiliki tingkat stroke 40 persen lebih tinggi.
Tapi, Liu dan rekannya melihat faktor risiko ini berdasarkan jenis kelamin. Lalu, ia menemukan wanita dengan batu ginjal memiliki tingkat penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi daripada pria.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah