Bimo Aria Fundrika
Senin, 27 Juli 2020 | 13:56 WIB
Hand Sanitizer. (Shutterstock)

Suara.com - Menjaga kebersihan tangan yang benar di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan salah satu cara penting mencegah risiko infeksi. Sabun dan air memang merupakan pilihan terbaik untuk membersihkan tangan, tetapi ada sejumlah orang yang juga menggunakan hand sanitizer untuk melindungi diri.

Tapi tahukah Anda berapa lama itu benar-benar mampu melindungi tangan? Dilansir dari Times of India, hand sanitizer itu disebut hanya mampu melindungi tangan selama dua menit.

Ilustrasi hand sanitizer. [Shutterstock]

Oleh karena itu penting dicatat bahwa hand sanitizer tidak memberikan perlindungan berkepanjangan dan harus dipakai kembali jika terjadi kontaminasi ulang.

Menurut para ahli, pembersih itu hanya efektif ketika berada di jalan dan tidak memiliki akses ke air dan sabun untuk membersihkan tangan Anda atau akan menjabat tangan seseorang.

Bagaimanapun, cara terbaik untuk menjaga kebersihan tangan Anda adalah dengan mencuci mereka dengan sabun dan air. Untuk menghindari infeksi, Anda tidak boleh menyentuh wajah dan makan kecuali Anda baru saja mencuci tangan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan untuk menggunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol dan menggosoknya selama 30 detik pada telapak tangan Anda untuk membunuh kuman yang ada di permukaan.

Menurut CDC, pembersih tangan berbasis alkohol dapat menjadi alternatif untuk sabun dan air jika terjadi keadaan darurat. Tapi itu seharusnya tidak menjadi solusi Anda.

Sanitizer tidak akan membunuh semua kuman. Mereka hanya bertindak cepat dan secara signifikan mengurangi jumlah kuman di kulit.

Untuk melindungi diri dari infeksi, bersihkan tangan Anda tepat sebelum makan atau menyentuh wajah Anda. Tidak masalah jika Anda sudah menggosok sanitizer 10 menit yang lalu. Pakailah lagi untuk membersihkannya.