Suara.com - Keracunan bisa menyebabkan sakit perut, muntah, dan muntah. Pada kasus-kasus tertentu, keracunan juga bisa membahayakan nyawa dan menyebabkan kematian.
Uniknya, kasus-kasus keracunan berikut ini terjadi karena penyebab tak biasa. Ya. ada kasus keracunan sinar matahari, krim pemutih, hinggak mikshake.
Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak rangkuman yang disusun Suara.com berikut ini.
1. Keracunan Sinar Matahari
Penggunaan tabir surya tidak hanya berguna untuk melindungi kulit dari kemungkinan terbakar sinar matahari. Tabir surya juga dapat melindungi mereka yang rentan keracunan sinar matahari.
Payton Williams, 25 tahun, sama sekali tidak menyangka dirinya akan mengalami keracunan sinar matahari. Bukan cuma terbakar, kulit wajahnya mengalami pembengkakan.
2. Keracunan milkshake
Tiga personel kepolisian New York (NYPD) dilarikan ke rumah sakit pada Senin (15/6) karena keracunan usai meminum milkshake dari salah satu gerai restoran cepat saji Shake Shack.
Baca Juga: Waspadai, Ini Gejala Keracunan Gas CO di Kabin Mobil
Menyadur News.com.au, insiden ini memunculkan spekulasi minuman milik petugas polisi tersebut sengaja diberi racun, mengingat ketegangan-ketegangan yang muncul terkait kinerja kepolisian.
3. Keracunan krim pemutih
Hingga kini, masih banyak orang yang menganggap bahwa kulit putih dapat membuat penampilan lebih menarik.
Agar mendapat kulit putih, berbagai cara pun akan ditempuh. Salah satunya adalah dengan menggunakan produk pemutih kulit seperti krim, lotion, hingga sabun.
Padahal, penggunan krim pemutih sembarangan bisa menyebabkan keracunan.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan
-
Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital