- KPAI menyatakan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur menambah daftar belasan ribu korban nasional.
- Kondisi keracunan massal yang meluas ini telah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa yang memerlukan investigasi menyeluruh.
- KPAI mendesak Badan Gizi Nasional memperbaiki sistem distribusi serta menjamin biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan para korban.
Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur bukan kejadian tunggal. Insiden ini disebut menambah panjang daftar kasus serupa yang terjadi secara nasional.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebut angka korban keracunan MBG di berbagai daerah telah mencapai jumlah yang mengkhawatirkan.
“Kasus di Jakarta Timur ini menambah daftar panjang pemantauan kasus keracunan MBG di Indonesia, di mana angka korban secara nasional telah menembus belasan ribu anak di berbagai provinsi,” ujar Jasra dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Menurut KPAI, tingginya angka tersebut menempatkan persoalan keamanan pangan MBG dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Jasra menegaskan, anak-anak sebagai penerima manfaat MBG merupakan konsumen yang dilindungi hukum. Program MBG tetap harus dipertanggungjawabkan penuh meski bersifat gratis.
“Predikat ‘gratis’ pada program ini sama sekali tidak menghapus tanggung jawab hukum, baik perdata maupun pidana, bagi para penyedia,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kewajiban pemerintah dalam pengawasan pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. KPAI mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terkait penyebab keracunan.
Selain itu, KPAI juga meminta agar BGN menanggung seluruh biaya pengobatan korban, mengevaluasi total sistem distribusi dan rantai pasok MBG, serta perbaikan standar penyimpanan dan operasional di SPPG.
“Kami mendorong evaluasi total sistem tata kelola agar peristiwa serupa tidak terus berulang,” kata Jasra.
Baca Juga: Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG
KPAI juga menyoroti pentingnya pemulihan psikologis bagi anak-anak korban, termasuk penyesuaian cara penyajian makanan agar tidak memicu trauma. Di sisi lain, KPAI menyerukan peningkatan literasi keamanan pangan di lingkungan sekolah.
“Jangan jadikan anak-anak hanya sebagai deretan angka dalam statistik program,” ujar Jasra.
Menurutnya, satu kasus saja sudah cukup menjadi peringatan serius bahwa pemenuhan gizi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kondisi mental anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami