- Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di Jakarta Timur mengalami keracunan massal program Makan Bergizi Gratis pada 2 April 2026.
- Korban mengalami gejala fisik serius seperti mual dan pusing hingga harus dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.
- KPAI menemukan dampak trauma psikologis mendalam pada siswa yang menyebabkan ketakutan ekstrem terhadap makanan dengan wadah serupa omprengan MBG.
Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan dampak serius di luar gangguan fisik pada sejumlah siswa yang jadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Anak-anak dilaporkan mengalami trauma hingga menolak makanan yang disajikan dengan wadah ompreng yang mirip dengan penyajian MBG.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebut, kondisi tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sekolah dan rumah sakit tempat korban dirawat.
“Saat pihak rumah sakit menyajikan makanan dengan wadah (omprengan) yang serupa dengan wadah MBG, anak-anak seketika menolak. Trauma itu membekas dalam wujud ketakutan yang terus membayangi mereka,” ujar Jasra kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Menurut Jasra, kondisi ini menunjukkan bahwa insiden keracunan tidak hanya meninggalkan dampak medis, tetapi juga luka psikologis yang dalam.
Selain trauma, keluarga korban melaporkan anak-anak mengalami berbagai gejala fisik, seperti pusing, mual hebat, serta menggigil parah pada malam hari.
Beberapa siswa bahkan harus ditempatkan di ruang khusus untuk menjaga kondisi tubuh mereka. Namun, menurut KPAI, dampak psikologis menjadi perhatian serius karena berpotensi berlangsung lebih lama dibanding gejala fisik.
“Bayang-bayang ‘makanan beracun’ memicu ketakutan ekstrem, membuktikan bahwa setiap insiden keracunan meninggalkan luka emosional mendalam bagi jiwa anak,” ucap Jasra.
KPAI juga menerima laporan bahwa dampak kejadian ini meluas ke orang tua siswa. Banyak keluarga dilaporkan mengalami kekhawatiran berkepanjangan setelah insiden dan pemberitaan yang berkembang.
Jasra menegaskan bahwa kejadian tersebut memperlihatkan bahwa efek keracunan massal tidak berhenti pada korban langsung, tetapi juga menjalar ke lingkungan sekitar.
Baca Juga: Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG
Insiden keracunan ini terjadi pada Kamis, 2 April 2026 dan menimpa 72 siswa dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Para korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina