Suara.com - Kehamilan tak terencana merupakan hal yang umum terjadi di masyarakat Indonesia. Pun dengan kehamilan yang terjadi dan berjarak sangat dekat dengan anak sebelumnya.
Kalau sudah begitu, orangtua biasanya akan kewalahan dan ibu akan kesulitan membagi Air Susu Ibu atau ASI. Terkadang ibu juga terpaksa harus menyusui sekaligus mengurus kehamilan dalam waktu yang sama.
Dokter spesialis obgyn dr. Darrel Fernando Sp.OG menjelaskan, tidak ada risiko tinggi bagi ibu yang masih menyusui bayi yang secara bersamaan kembali hamil.
Hanya saja ibu perlu memerhatikan kebutuhan asupan kalori harian.
"Artinya kalau hamil lagi lalu masih harus menyusui, maka asupan kalori tambahannya menjadi 800 kalori (per hari)," kata Darrel dalam siaran langsung Instagram bersama Mother & Baby, Senin (10/8/2020).
Ia menjelaskan bahwa tambahan kalori itu dilakukan agar nutrisi ibu cukup untuk kebutuhan tubuhnya sendiri, janin yang dikandungnya, juga kualitas ASI untuk anak yang masih disusui.
Darrel menyarankan, jika bayi yang telah lahir berusia lebih dari enam bulan, sebaiknya ibu mulai melakukan program sapih.
Karena saat itu bayi telah mendapatkan asupan makanan lain dari MPASI. Sehingga ibu bisa fokus menjaga nutrisi makan untuk kehamilan dan kelahiran selanjutnya.
Selain itu, kerja hormon pada ibu menyusui juga bisa memengaruhi kehamilan terutama saat trisemester ketiga.
Baca Juga: Jangan Terlalu Cepat, Ini Jarak Ideal Rencana Hamil Lagi setelah Melahirkan
"Secara teoritis hormon yang diberikan untuk mengeluarkan ASI itu juga hormon yang mempengaruhi kontraksi rahim. Kalau sudah hamil tua atau trisemester tiga, jadi bisa kalau habis menyusui suka kontraksi, perut terasa kencang. Jadi kalau anak sudah besar pelan-pelan disapih saja," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?