Suara.com - Pakar kesehatan memperingatkan bahwa salah satu efek pandemi Covid-19 adalah krisis kesehatan mental. Meskipun terapi dan pola pikir positif dapat membantu mengatasi stres dan cemas, makanan yang Anda santap juga dapat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.
American Psychiatric Association menyebut bahwa ketidakpastian akibat pandemi telah meningkatkan stres dan cemas pada sebagian besar masyarakat, yang juga meningkatkan permintaan pada resep obat antidepresan, anti-kecemasan dan anti-insomnia.
Padahal, tanpa harus terus-menerus bergantung pada obat, beberapa jenis makanan yang menyehatkan otak dapat membantu meringankan dampak kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan stres pascatrauma, demikian dikatakan Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi dan penulis buku “This Is Your Brain on Food", seperti dilansir dari Huffpost.
Deanna Minich, praktisi bersertifikat dari Institute for Fungsional Medicine dan ahli gizi kedokteran fungsional, juga menekankan pentingnya pola makan untuk mengendalikan peradangan dalam tubuh.
“Mengonsumsi makanan yang bersifat antiradang dapat mengurangi inflamasi dalam tubuh yang dapat menjadi akar penyebab gejala atau penyakit,” jelasnya.
Berikut tiga jenis makanan yang Anda butuhkan untuk membantu mengurangi stres dan cemas.
1. Prebiotik dan probiotik
Prebiotik adalah komponen yang tidak dapat dicerna, yang secara alami ditemukan di usus, dan mendorong pertumbuhan bakteri baik. Sedangkan probiotik adalah bakteri baik yang hidup di usus, demikian menurut Academy of Nutrition and Dietetics.
“Sumber makanan prebiotik dan probiotik adalah dasar yang sangat baik untuk mulai mengatur kesehatan usus Anda dan juga kesehatan mental Anda,” kata Naidoo.
Yogurt dengan kultur aktif adalah sumber probiotik teratas, bersama dengan makanan fermentasi seperti miso, kimchi, dan kombucha. Sauerkraut, buttermilk, dan beberapa keju, seperti cheddar, mozzarella, dan Gouda, adalah sumber probiotik lain yang tak kalah bagus.
Sedangkan makanan kaya prebiotik bisa ditemukan pada kacang-kacangan, polong-polongan, oat, bawang putih, bawang merah, buah beri, dan pisang.
Baca Juga: Peneliti Temukan Korelasi Antara Stres dan Rambut Beruban, Apa Itu?
2. Buah dan sayur
Buah dan sayur mengandung prebiotik, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berharga. Misalnya, magnesium yang ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, dan salmon, serta vitamin C yang terdapat dalam brokoli, jeruk, dan kangkung, dapat membantu mengurangi kecemasan.
Buah dan sayur juga merupakan sumber serat alami yang dapat meredakan kecemasan. Meski faktanya, kurang serat merupakan satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh orang dewasa.
“Serat adalah makanan yang baik untuk bakteri di usus Anda,” kata Naidoo. “Saat bakteri usus baik Anda diberi makan oleh nutrisi ini, mereka berkembang biak. Dan dengan berkembang, mereka membantu suasana hati Anda, membantu Anda merasa lebih baik, sehingga kemungkinan terjadi peradangan di dalam tubuh dapat ditekan," katanya.
3. Rempah-rempah
Rempah-rempah bebas kalori dan memiliki aroma khas, dan dampaknya pada kesehatan otak dan usus sering kali diabaikan. Salah satu kombinasi bumbu terbaik adalah kunyit dengan sedikit lada hitam, kata Naidoo. Lada hitam mengaktifkan senyawa kurkumin dalam kunyit yang memiliki manfaat antioksidan dan anti inflamasi.
“Menambahkan kunyit dalam smoothie atau sup adalah cara yang mudah,” katanya. "Anda benar-benar hanya membutuhkan seperempat sendok teh sehari dengan sejumput lada hitam, dan itu dapat menangkal kecemasan, depresi, dan banyak kondisi mental lainnya," katanya.
Oregano kering, bubuk kari, bubuk cabai, dan biji jintan adalah rempah-rempah lain yang memiliki kadar antioksidan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal