Suara.com - Para atlet yang telah sembuh dari Covid-19 disarankan untuk melakukan skrining jantung sebelum mereka kembali ke lapangan olahraga. Demikian saran para peneliti setelah menemukan kasus radang otot otot jantung (miokarditis) pada beberapa atlet yang sembuh dari Covid-19.
Ya, Covid-19 yang menginfeksi jutaan orang di dunia memang tidak pandang bulu. Penyakit ini bahkan bisa menginfeksi atlet yang dikenal sehat dan bugar. Diketahui, dalam beberapa hari terakhir diberitakan sejumlah pesepakbola seperti Paul Pogba, Daniele Rugani, Callum Hudson-Odoi, hingga pelatih Arsenal Mikel Arteta yang terpapar Covid-19.
Namun, sebuah studi kecil yang dilakukan para peneliti di Ohio State University menemukan bahwa dalam gambar resonansi magnetik jantung atau MRI terhadap 26 atlet profesional yang baru pulih dari Covid-19, empat di antaranya menunjukkan mengalami radang otot jantung (miokarditis).
"Tujuan MRI pada atlet profesional yang pulih dari Covid-19 adalah untuk mendeteksi peradangan miokard yang akan mengidentifikasi atlet berisiko tinggi untuk kembali ke olahraga kompetitif," tulis para peneliti dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Cardiology beberapa hari lalu, seperti dilansir dari CNN, Selasa (15/10/2020).
Para peneliti ini melakukan penelitian pada 26 atlet profesional yang dirujuk ke klinik kedokteran olahraga universitas. Hal ini dilakukan setelah atlet dikarantina setidaknya selama 11 hari. Ke-26 atlet tersebut di antaranya adalah atlet sepak bola, tenis, basket, dan atletik, dengan kondisi Covid-19 tidak terlalu parah sehingga tak memerlukan rawat inap.
Hanya 12 atlet yang dilaporkan mengalami gejala ringan, seperti sakit tenggorokan, sesak napas atau demam, sementara yang lain tidak menunjukkan gejala apa pun, menurut penelitian tersebut.
Namun, setelah penelitian tersebut ditemukan pada empat atlet mengalami peradangan jantung. Dan 8 atlet tambahan, atau 30,8%, memiliki tanda-tanda cedera miokarditis. Jenis peradangan ini dapat melemahkan jantung, dan jika parah, dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa miokarditis akut dan bentuk lain dari peradangan otot jantung menjadi penyebab kematian jantung mendadak pada 5 hingga 25% atlet.
Para peneliti juga belum mengetahui apakah peradangan jantung akibat covid-19 ini akan sembuh dengan sendirinya atau menghasilkan kerusakan yang permanen terhadap para atlet ini di kemudian hari.
Baca Juga: Studi: Detak Jantung Selama 24 Jam Bisa Prediksi Depresi Seseorang
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak