Suara.com - AstraZeneca mengungkapkan rincian uji coba vaksin virus corona yang besar pada hari Sabtu. Perusahaan obat itu kini tengah dalam sorotan untuk lebih transparan tentang bagaimana mereka menguji produk yang merupakan harapan terbaik dunia untuk mengakhiri pandemi.
Jajak pendapat menemukan orang Amerika semakin waspada menerima vaksin virus corona.Demikian seperti dilansir dari Times of India.
Para ilmuwan di dalam dan di luar pemerintah khawatir bahwa regulator, yang ditekan oleh presiden untuk mendapatkan hasil sebelum Hari Pemilu, mungkin merilis vaksin yang tidak terbukti atau tidak aman.
“Pelepasan protokol ini tampaknya mencerminkan beberapa tekanan publik untuk melakukannya,” kata Natalie Dean, seorang ahli biostatistik dan ahli dalam desain uji klinis untuk vaksin di University of Florida.
"Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kepercayaan publik adalah bagian besar dari keberhasilan upaya ini."
Para ahli sangat prihatin dengan uji coba vaksin AstraZeneca, yang dimulai pada bulan April di Inggris. Hal itu karena penolakan perusahaan untuk memberikan rincian tentang penyakit saraf yang serius pada dua peserta, keduanya perempuan yang menerima vaksin eksperimentalnya di Inggris.
Kasus-kasus tersebut mendorong perusahaan untuk menghentikan uji cobanya kedua kalinya awal bulan ini. Studi tersebut telah dilanjutkan di Inggris, Brasil, India, dan Afrika Selatan, tetapi sedang dihentikan sementara di Amerika Serikat.
Sekitar 18.000 orang di seluruh dunia telah menerima vaksin AstraZeneca sejauh ini.
Untuk menentukan dengan keyakinan statistik apakah perusahaan telah memenuhi target, harus ada 150 orang yang terinfeksi virus corona di antara peserta yang divaksinasi atau menerima suntikan plasebo.
Baca Juga: Tenaga Kesehatan Mulai Kewalahan: Entah Sampai Kapan Kita Bertahan?
Namun rencananya, safety board akan melakukan analisis dini setelah baru 75 kasus. Jika vaksin tersebut 50 persen efektif pada saat itu, perusahaan mungkin dapat menghentikan uji coba lebih awal dan mengajukan izin dari pemerintah untuk merilis vaksin untuk penggunaan darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui