Suara.com - Mata adalah aset manusia agar bisa melihat indahnya dunia. Kesehatan mata harus dijaga agar tetap sehat dan bisa melihat dengan sempurna.
Percayalah, jika sudah memakai kacamata rasanya sangat tidak nyaman dan tidak leluasa.
Meski Anda berusaha semaksimal mungkin, tapi ada kebiasaan yang tanpa disadari semakin merusak mata dan berdampak pada pengelihatan seperti diwartakan Times of India, Rabu (23/9/2020).
1. Tidak pakai kacamata
Menggunakan kacamata sangat ampuh melindungi mata dari paparan matahari khususnya saat berjemur.
Paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) terus menerus hingga jangka panjang berisiko sebabkan sakit mata.
Risikonya seperti katarak, degenerasi makula, hingga kanker mata yang langka seperti dikemukakan American Academy of Ophthalmology.
Kacamata hitam bisa melindungi 99 hingga 100 persen dari radiasi UVA dan UVB. Jangan lupa pilih bingkai paling besar agar lebih luas perlindungan terhadap mata.
2. Tidak pakai tabir surya di kelopak mata
Baca Juga: Waspada Anak Alami Mata Lelah saat Belajar Online, Apa Tandanya?
Memang sedikit tidak masuk akal, tapi mengoleskan tabir surya di kelopak mata bisa melindungi mata dari paparan sinar matahari, jika ini tidak dilakukan bisa berisiko kanker di kelopak mata.
Oleskan tabir surya di kelopak mata, namun pastikan tidak terkena mata Anda. Formula tabir surya yang mengandung mineral yang terbuat dari seng dan titanium dioksida bisa menjadi pilihan yang baik karena untuk kulit sensitif.
3. Terlalu sering menggosok mata
Menggosok mata sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika terlalu sering bisa menyebabkan melemahnya kornea dan keratoconus, distorsi kornea.
Ini juga yang menyebabkan kelopak mata Anda kehilangan elastisitas seiring bertambahnya usia.
Sering menggosok mata bisa meningkatkan risiko meregangkan jaringan kelopak mata, dan kelopak mata jadi kendur.
Berita Terkait
-
Eks Manchester United: Lamine Yamal Jadi Alasan Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
-
Kerusakan Mata Andrie Yunus Bersifat Permanen, Dokter RSCM Sebut Keparahannya Capai Grade 3
-
Makin Loyo, Rupiah Sentuh Rp17.716 per Dolar AS
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?