Suara.com - Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian pada perempuan. Kondisi ini terjadi karena banyak perempuan yang tidak menyadari adanya gejala dan ciri-ciri kanker payudara pada dirinya sedari awal.
Padahal dengan mengenali gejala penyakit ini, Anda masih bisa mencegah kanker payudara semakin parah. Sehingga pengobatannya pun semakin efektif dan menghindari efek yang tidak diinginkan.
Kanker payudara sendiri merupakan penyakit yang menyerang jaringan payudara dan sekitarnya. Kebanyakan perempuan hanya tahu bahwa kanker payudara ditandai dengan benjolan di dekat ketiak. Padahal, ada banyak gejala lain yang menandai kemunculan kanker payudara.
Spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik, DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, mengatakan, bahwa memang banyak perempuan yang masih belum memahami tanda-tanda munculnya penyakit kanker payudara. Ditambah, masyarakat masih tabu dengan penyakit tersebut.
“Membicarakan soal kanker payudara, masyarakat masih banyak yang takut. Padahal penyakit ini tidak menular dan bukan momok yang sangat menakutkan,” ujar dr Cosphiadi kepada awak media saat webinar Pfizer Caregiving Kanker Payudara, Rabu (30/09/2020).
Untuk itu dia berharap pemerintah perlu berperan aktif untuk terus memberikan edukasi terkait kanker payudara. hal itu agar perempuan tak segan untuk melakukan pemeriksaan dini ke rumah sakit terdekat.
Berikut Suara.com rangkum terkait beberapa gejala yang muncul pada penderita kanker payudara yang perlu Anda ketahui menurut Spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik, DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, diantaranya:
1. Payudara Benjol
Gejala ini adalah gejala awal dari kanker payudara yang paling mudah diketahui. Jaringan payudara membentang luas hingga ke bawah lengan. Maka selain di area payudara, benjolan bisa muncul di sekitar dada atas atau ketiak.
Baca Juga: Perubahan Bentuk Jari Bisa Jadi Tanda Kanker Paru dan 4 Terpopuler Lainnya
2. Perubahan kulit payudara
Gejala lainnya menyebabkan peradangan sehingga tekstur aslinya berubah, seperti kulit kering, kulit terasa menebal di sekitar payudara, dan kulit payudara terlihat berlubang karena adanya penumpukan cairan getah bening.
3. Puting mengeluarkan cairan
Apabila puting mengeluarkan cairan kental, dan tentu Anda perlu waspada, cairan yang keluar biasanya bervariasi.
4. Kelenjar getah bening membengkak
Kelenjar getah bening merupakan kumpulan jaringan sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan mikroorganisme asing, termasuk sel kanker. Apabila sel kanker sampai masuk ke kelenjar getah bening, kelenjar ini bengkak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi