Suara.com - Pusat Kesehatan Mental di Inggris memprediksi jutaan orang dj negara itu akan membutuhkan dukungan kesehatan mental setelah pandemi Covid-19 mereda.
Tak tanggung-tanggung, diprediksi sekitar 8,5 juta orang dewasa dan 1,5 juta anak-anak di Inggris akan membutuhkan dukungan kesehatan mental.
Mereka memperingatkan bahwa banyak yang akan kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, atau akan berurusan dengan efek jangka panjang dari Covid-19. Ditambah dengan meningkatnya masalah umum seperti kecemasan kesehatan dan agorafobia karena Covid-19.
Laporan tersebut menunjukkan, sementara dua pertiga orang sudah memiliki penyakit mental dan mungkin menerima dukungan, yang lain akan membutuhkan bantuan untuk pertama kalinya, menciptakan tekanan yang lebih besar pada perawatan kesehatan mental oleh NHS, layanan kesehatan masyarakat Inggris.
Laporan itu di luar dampak mental terhadap tenaga kesehatan, yang menurut laporan tersebut juga akan membutuhkan perawatan untuk masalah-masalah seperti tekanan pasca-trauma, tekanan psikologis yang tinggi, dan kelelahan.
"Di antara orang-orang yang tidak mengalami gangguan kesehatan mental sebelum pandemi, permintaan akan layanan diperkirakan mencapai 1,33 juta orang untuk kecemasan sedang-berat dan 1,82 juta untuk depresi sedang hingga berat," tertulis dalam laporan tersebut.
Dari jumlah total orang yang membutuhkan dukungan, peneliti memperkirakan lebih dari 230.000 pekerja NHS mungkin memerlukan perawatan, termasuk untuk tekanan pasca trauma (36.996), tekanan psikologis yang tinggi (120.372) dan kelelahan (81.499).
Di antara pasien yang pulih dari Covid-19 parah, diperkirakan 630 akan membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk kecemasan, 454 untuk depresi dan 354 untuk PTSD, menurut laporan itu.
Sementara itu, 36.000 orang yang kehilangan orang yang dicintainya juga membutuhkan perawatan, dengan kondisi depresi yang paling umum. Pada tingkat pengangguran saat ini, yang bisa meningkat, sekitar 30.000 orang yang kehilangan pekerjaan akan membutuhkan dukungan untuk depresi berat.
Baca Juga: Psikologis Harus Dijaga, Dinkes DKI: Tenaga Medis Bisa Jadi Teman Curhat
Dan dari 1,5 juta anak yang diperkirakan membutuhkan dukungan, 458.922 di antaranya membutuhkan bantuan untuk depresi dan 407.623 untuk kecemasan. Anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 juga akan membutuhkan bantuan, ditambah mereka yang menderita tekanan mental lainnya selama penguncian.
Nick O'Shea, kepala ekonom di Center For Mental Health, yang memimpin penelitian tersebut menyatakan angka-angka itu sangat mencolok. Covid-19 menjadi bencana bagi setiap negara yang terkena dampak parah, konsekuensinya bagi kesehatan mental bisa sama parahnya.
"Tantangan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mental yang timbul dari pandemi mungkin sama besarnya dengan banyaknya kesulitan dalam menanggapi virus. Jadi itu harus ditanggapi dengan serius. Kita harus bersiap sekarang untuk apa yang ada di depan," kata Nick dikutip dari Metro.
Menurutnya, kebutuhan akan kesehatan mental yang tidak terselesaikan dapat meningkat ke titik krisis tanpa bantuan awal yang efektif.
"Kami tidak bisa menunggu dan melihat atau meninggalkannya sampai pandemi mereda," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga