Suara.com - Kebiasaan merokok tidak hanya buruk bagi kesehatan diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar yang menjadi perokok pasif.
Salah satu penyakit kronis yang berisiko menyerang perokok adalah kanker paru-paru. Oleh karena itu, Anda perlu berusaha menghentikan kebiasaan merokok demi kesehatan diri sendiri dan orang yang dicintai.
Anshu Laura, apoteker LloydsPharmacy telah membuat daftar lima langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok, dilansir dari Express, antara lain:
1. Menyingkirkan godaan
Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk berhenti merokok adalah membuang rokok, tembakau, dan asbak yang ada dihadapanmu. Anda juga perlu mengubah rutinitas yang memicu kebiasaan merokok.
Jika Anda suka merokok setelah makan, cobalah mengisap permen, membaca buku, atau aktivitas lain setelah makan untuk mengalihkan keinginan merokok.
2. Pelajari tentang NRT
NRT singkatan dari terapi penggantian nikotin yang bisa membantu berhenti merokok, seperti mengonsumsi permen karet atau memakai semprotan mulut.
Produk NRT bekerja dengan melepaskan nikotin secara perlahan dengan kecepatan rendah ke dalam aliran darah untuk mencegah penarikan diri. Produk ini telah terbukti dua kali lebih ampuh membantu menghentikan kebiasaan merokok.
Baca Juga: Kumpulan Fakta Remdesivir, Obat Virus Corona yang Disetujui BPOM
3. Mencari dukungan
Bantuan dan nasihat ahli dapat meningkatkan peluang keberhasilan untuk berhenti merokok sebanyak empat kali. Anda juga bisa meminta bantuan teman dan keluarga untuk selalu memberi dukungan dan mengingatkan diri agar terus termotivasi berhenti merokok.
4. Olahraga
Selain menggunakan produk NRT, Anda juga perlu tetap aktif secara fisik untuk membantu berhenti merokok. Penelitian juga membuktikan bahwa berjalan kaki atau peregangan selama lima menit bisa membantu mengurangi rasa lapar karena menghasilkan bahan kimia anti-nafsu di otak.
5. Menyibukkan diri
Menganggur atau tidak ada aktivitas bisa merusak benteng yang dibangun untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu sibuk atau aktiv melakukan sesuatu agar tangan dan mulut tidak berkeinginan mengambil rokok. Anda bisa membaca buku, mengerjakan tugas rumah tangga, dan yang lainnya.
Berita Terkait
-
Di Balik Layar Film Na Willa: Kru Dilarang Merokok hingga Jadwal Tidur Siang Pemeran Utama
-
Pratikno Cerita Masa Kecil: Pernah Coba Merokok karena Tumbuh di Lingkungan Petani Tembakau
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!
-
Merokok di Ruang Publik, Aturan Kurang Ketat atau Kesadaran yang Minim?
-
Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS