Health / Konsultasi
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:28 WIB
Ilustrasi gejala awal skizofrenia yang mungkin sering diabaikan. (shutterstock)

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) menyebabkan pikiran atau obsesi yang konstan dan berulang. Pikiran-pikiran ini terjadi dengan keinginan yang tidak perlu dan tidak masuk akal untuk melakukan perilaku tertentu, atau dorongan.

Banyak orang dengan OCD menyadari bahwa pikiran dan tindakan mereka tidak masuk akal, namun mereka tidak dapat menghentikannya.

6. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Gangguan stres pasca-trauma (PTSD) adalah penyakit mental yang dipicu setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Pengalaman yang dapat menyebabkan PTSD dapat berkisar dari peristiwa ekstrem, seperti perang dan bencana nasional, hingga pelecehan verbal atau fisik. Gejala PTSD mungkin termasuk kilas balik atau mudah terkejut.

7. Skizofrenia

Skizofrenia merusak persepsi seseorang tentang realitas dan dunia di sekitar mereka. Itu mengganggu hubungan mereka dengan orang lain. Ini adalah kondisi serius yang membutuhkan perawatan.

Mereka mungkin mengalami halusinasi, mengalami delusi, dan mendengar suara-suara. Ini berpotensi menempatkan mereka dalam situasi berbahaya jika tidak ditangani.

8. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial , kadang-kadang disebut fobia sosial, menyebabkan ketakutan ekstrim terhadap situasi sosial. Orang dengan kecemasan sosial mungkin menjadi sangat gugup berada di sekitar orang lain dan mungkin merasa sedang dihakimi. Hal ini dapat membuat Anda sulit bertemu orang baru dan menghadiri pertemuan sosial.

Baca Juga: Deteksi Skizofrenia Sejak Dini, Ini 3 Fase yang Perlu Diketahui

Load More