Suara.com - Memasuki bulan kesepuluh sejak munculnya virus corona akhir 2019 lalu, jumlah infeksi telah mencapai lebih dari 38 juta di dunia. Update Covid-19 seperti dilaporkan situs worldometers, kasus bertambah 271.991 dalam satu hari kemarin. Sedangkan korban meninggal bertambah 3.695, sehingga totalnya menjadi 1.085.090 jiwa di seluruh dunia. Selain itu, yang telah dinyatakan sembuh sebanyak lebih dari 28,5 juta orang.
Jumlah infeksi dan angka kematian paling banyak masih terjadi di Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu membukukan 8.037.193 kasus, 220.010 jiwa kematian, dan angka kesembuhan mencapai 5.174.973 orang. Disusul India dengan 7.173.345 kasus infeksi virus corona, 109.894 jiwa di antaranya meninggal dunia, dan 6.224.621 orang telah sembuh.
Bagaimana Indonesia? Secara peringkat di dunia, posisi Indonesia naik ke 21 negara terbanyak kasus Covid-19 dengan total infeksi 336.716 orang. Angka kematian mengapai 11.935 jiwa dan kesembuhan 258.519 orang. Di antara negara Asia, jumlah kasus Indonesia terbanyak ke-8. Tetapi untuk angka kematian, Indonesia terbanyak ke-3 setelah India dan Iran.
Kekebalan kelompok disebut banyak ahli sebagai kunci melawan wabah virus corona. Namun pendapat itu tidak disetujui Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus.
Kekebalan kelompok terjadi ketika sebagian besar komunitas menjadi kebal terhadap penyakit melalui vaksinasi atau melalui penyebaran penyakit secara massal. Beberapa ahli berpendapat bahwa virus corona harus dibiarkan menyebar secara alami tanpa adanya vaksin.
Tetapi Tedros mengatakan pendekatan seperti itu bermasalah secara ilmiah. Berbicara pada konferensi pers pada Senin (12/10), Dr. Tedros berpendapat bahwa dampak jangka panjang dari virus corona serta kekuatan dan durasi respons kekebalan tetap tidak diketahui.
"Kekebalan kawanan dicapai dengan melindungi orang dari virus, bukan dengan membuat mereka terpapar virus," tegasnya dikutip dari BBC.
"Dalam sejarah kesehatan masyarakat, kekebalan kelompok tidak pernah digunakan sebagai strategi untuk menanggapi wabah, apalagi pandemi," tambah Tedros.
Ia mengatakan bahwa tes seroprevalensi, di mana darah diuji untuk antibodi, menunjukkan bahwa hanya 10 persen orang yang terpapar virus corona di sebagian besar negara.
Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Positif Tambah 4.294 Orang
"Membiarkan Covid-19 beredar tanpa pemeriksaan berarti membiarkan infeksi, penderitaan, dan kematian yang tidak perlu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial