Suara.com - Seseorang berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 jika melakukan kontak langsung dengan orang yang positif. Penularan virus corona ini bisa terjadi jika seseorang terkontaminasi cairan pernapasan orang yang terinfeksi ketika batuk, bersin atau berbicara.
Sayangnya, banyak orang mungkin masih bingung mengambil langkah yang tepat ketika terpapar orang yang positif virus corona Covid-19.
Bahkan beberapa orang masih bingung, faktor-faktor seperti apa yang mengharuskan seseorang melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.
Untuk selengkapnya, simak informasi berikut ini mengenai faktor seperti apa yang membuat Anda harus melakukan isolasi mandiri:
- Jika Anda memiliki gejala virus corona (suhu tinggi, batuk persisten atau kehilangan indra penciuman dan perasa)
- Jika Anda dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19
- Jika Anda tinggal dengan orang yang memiliki gejala atau positif terinfeksi virus corona
- Jika seseorang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona
- Saat Anda tiba atau berasal dari negara dengan kasus virus corona tinggi.
Saat Anda isolasi diri, Anda tidak boleh meninggalkan rumah atau mengundang tamu di rumah, kecuali untuk perawatan yang berkaitan dengan kondisi Anda.
Selain itu, orang yang sedang melakukan isolasi mandiri juga tidak boleh pergi ke toko atau berolahraga di tempat umum. Jika Anda membutuhkan barang-barang penting, makanan dan obat-obatan, sebaiknya meminta pertolongan orang lain.
Jika Anda harus melakukan isolasi mandiri setelah terpapar orang yang positif virus corona Covid-19, maka Anda membutuhkan waktu selama 14 hari.
Meskipun Anda tidak mengalami gejala, Anda tetap harus isolasi mandiri 14 hari setelah terpapar orang positif virus corona.
Bahkan, Anda tidak boleh melakukan tugas apapun di tempat umum setelah diminta untuk isolasi mandiri. Langkah ini bertujuan menekan risiko penularan virus corona.
Baca Juga: Terpapar Orang Positif Virus Corona? Ini Langkah yang Harus Dilakukan!
Berita Terkait
-
Koruptor Membeludak Bikin Rutan KPK Penuh, 6 Tahanan Pakai Ruang Isolasi
-
Dari Bidadari Warkop DKI hingga Psikolog Lapas: Transformasi Peran Rowiena Umboh
-
Ulasan Film Bangsal Isolasi, Menguak Kematian Misterius di Lapas Wanita
-
5 Rekomendasi Film Sambut Akhir Pekan, Ada Film Baru dari Suzy
-
Sempat Jenuh, Rowiena Umboh Akhirnya Comeback Main Sinetron Stripping Setelah 5 Tahun
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa