Suara.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat aman secara klinis karena sudah melalui tahapan pengembangan yang benar. Ia meminta masyarakat tak khawatir jika menjalani vaksinasi.
"Masing-masing tahapan ini memiliki ketentuan yang harus dipenuhi sehingga vaksin yang dikembangkan benar-benar memiliki standar kesehatan yang baik sehingga aman dan efektif untuk digunakan," ujar Wiku dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Wiku kemudian memaparkan tahapan-tahapan pengembangan vaksin sebelum dilakukan vaksinasi kepada masyarakat. Tahap pertama yakni dilakukan penelitian dasar. Di tahap penelitian ini, ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains dan biomedis
Setelah penelitian dasar, tahap selanjutnya kata Wiku yakni dilakukan uji praklinis sebelum masuk uji klinis. Di tahap uji praklinis vaksin yang dibuat diuji terlebih dahulu di dalam sel laboratorium dan dilanjutkan kepada hewan percobaan. Tahapan ini disebut studi in vitro dan in vivo.
Setelah uji Praklinis berhasil, maka dilanjutkan uji klinis fase 1. Para ilmuwan memastikan sampel vaksin minimal 100 vaksin, yang diujicobakan pada manusia untuk memastikan keamanan pada manusia. Uji klinis fase 1 juga untuk menentukan rentang dosis aman untuk manusia.
Selanjutnya kata Wiku masuk tahap uji klinis fase II. Fase ini menggunakan sampel vaksin antara 100 sampai dengan 500 orang.
Dalam fase ini para ilmuwan menilai dan memastikan bahwa keamanan pada manusia dapat tercapai dan menilai efektivitasnya. Juga diukur rentang dosis optimalnya, frekuensi pemberian dosis paling optimal, dan efek samping jangka pendek.
Masuk tahapan uji klinis fase III, sampel minimal berjumlah 1.000 - 5.000 orang untuk menilai dan memastikan keamanan, efektifitas, dan manfaat yang didapatkan melebihi risiko penggunaan pada populasi yang lebih besar.
"Apabila fase 3 ini tuntas dan hasilnya memuaskan. Maka akan masuk fase berikutnya, yaitu fase persetujuan. Fase persetujuan ini kita pastikan vaksin mendapatkan persetujuan dari lembaga pengawas obat dan makanan serta kesehatan," ucap Wiku.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang, Satgas Dorong Pemda Gelar Rapid Test Massal
Lebih lanjut kata Wiku, hingga kini belum ada negara yang sudah memproduksi vaksin secara massal.
"Penting untuk diketahui hingga saat ini belum ada negara di dunia yang sudah memproduksi vaksin covid 19 secara massal. Sampai saat ini Indonesia terus melakukan upaya untuk melakukan pengadaan vaksin ataupun memproduksi vaksin secara mandiri," ucap dia.
Berita Terkait
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
-
Kemenkes Bantah Adanya Detoksifikasi Vaksin Covid-19, Definisinya Beda Jauh
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab