Suara.com - Baru-baru ini penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) menjadi perbincangan setelah musisi Anji membuat pengakuan bahwa anaknya menderita penyakit tersebut. Lantas apa itu Cutaneous Larva Migrans (CLM)? Bagaimana penyebab, gejala dan cara mengobati Cutaneous Larva Migrans (CLM)?
Cutaneous Larva Migrans (CLM) merupakan penyakit pada kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh cacing. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja namun seringkali dialami oleh orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Penyakit ini merupakan penyakit endemik yang sering dijumpai di daerah Asia Tenggara, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Penyebab Cutaneous Larva Migrans
Penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) ini disebabkan oleh aktivitas cacing tambang Ancylostoma Braziliense, Ancylostoma Ceylanicum, Ancylostoma Caninum dan Strongloides yang berada pada kotoran kucing dan anjing.
Telur dan cacing tambang tersebut keluar bersamaan dengan kotoran kucing dan anjing dan berkembang pada area pasir maupun tanah yang lembab dan berkembang menjadi larva.
Aktivitas yang menyebabkan penyakit ini timbul ke manusia yaitu seperti sering berjalan dengan kaki telanjang, berjemur di bawah sinar matahari.
Gejala Cutaneous Larva Migrans
Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) biasanya tidak muncul secara langsung dan tidak disadari oleh penderitanya.
Baca Juga: Ngeri, Begini Penampakan Tangan Anak Anji yang Kemasukan Cacing
Namun terhadap tanda-tanda umum yang dapat diamati yakni kulit terlihat jalur berwarna merah yang berliuk-liuk yang merupakan jalan cacing tambang ke dalam kulit, kulit membengkak dan gatal.
Saat cacing masuk ke dalam kulit akan terasa gatal dan panas. Rasa gatal panas terasa pada malam hari yang jika digaruk akan mengalami infeksi.
Cara Mengobati Cutaneous Larva Migrans
Penyakit Custaneous Larva Mirgrans merupakan penyakit yang tergolong yang dapat sembuh tanpa pengobatan namun hal itu membuat kondisi tubuh tidak nyaman karena gatal dan panas.
Oleh karena itu, pengobatan penyakit ini perlu dilakukan untuk mempercepat terjadi penyembuhan. Dalam mengobati Cutaneous Larva Migrans (CLM), penderita dapat menggunakan obat ivermectin, albendazole dan mebendazole dengan dosis tunggal dapat membutuh larva secara cepat.
Selain itu, penderita juga dapat melakukan pengobatan pada kulit seperti mengoleskan thiabendazole kepada kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?