Suara.com - Kelelahan adalah salah satu gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang paling umum dan biasanya terjadi beberapa hari sebelum menstruasi.
Rasa lelah ini bisa jadi menyulitkan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan terkadang bisa menjadi sangat ekstrem sehingga dapat mengganggu sekolah, kerja atau aktivitas lain.
Gejala PMS lainnya juga dapat menyertai kelelahan seperti kembung, perubahan suasana hati, nyeri payudara, sembelit, sakit kepala, kecemasan, lekas marah dan perubahan nafsu makan.
Sangatlah normal untuk merasa lelah sebelum menstruasi. Tetapi jika kelelahan parah disertai dengan emosi seperti kemarahan, tangisan, kesedihan, dan perasaan tidak terkendali, ini bisa menjadi tanda gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD), suatu bentuk PMS yang parah.
Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa tips untuk mengatasinya.
1. Rajin minum air mineral
Sangat penting untuk menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi. Jika tubuh Anda mengalami dehidrasi, Anda akan merasa lebih lelah dan mengantuk, serta dapat memperburuk gejala PMS. Cobalah minum setidaknya delapan gelas air per hari.
2. Makan makanan sehat
Penting bagi Anda untuk makan makanan sehat yang mencakup banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk memberi banyak energi. Makan makanan seperti pisang, ikan berlemak, nasi merah, ubi jalar, apel, quinoa, oatmeal, yogurt dan coklat hitam kaya akan vitamin B, zat besi, mangan, kalium dan antioksidan lainnya.
Baca Juga: Perempuan Dilarang Menggaruk Kulit Saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?
3. Olahraga setiap hari
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa melakukan latihan aerobik dalam jumlah sedang dapat membantu mengurangi kelelahan, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi sebagian besar gejala PMS.
4. Coba teknik relaksasi
Untuk meningkatkan tingkat energi, Anda bisa mencoba melakukan beberapa teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam, yoga dan meditasi. Sebuah studi menemukan bahwa melakukan yoga dapat membantu mengurangi gejala PMS termasuk kelelahan.
5. Tidur nyenyak
Untuk membantu Anda tidur nyenyak di malam hari, Anda perlu menjaga agar kamar tidur Anda tetap sejuk. Penelitian telah melaporkan bahwa suhu tubuh Anda mulai turun tepat sebelum Anda tertidur dan ini membantu Anda tertidur lebih cepat.
Tidur di ruangan yang lebih dingin akan membantu menurunkan suhu tubuh dan mendinginkan tubuh secara alami, sehingga membantu Anda tertidur lebih cepat. Selain itu, pertahankan rutinitas waktu tidur yang sehat beberapa hari sebelum menstruasi Anda dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia