Suara.com - Masa isolasi mandiri atau penguncian selama masa pandemi virus corona Covid-19 justru bisa meningkatkan kebiasaan mengonsumsi makanan pedas.
Sebuah studi oleh para ilmuwan Amerika Serikat menemukan bahwa banyak konsumsi makanan pedas bisa mengurangi risiko kematian dini hingga seperempatnya.
Secara khusus, konsumsi makanan pedas masing-masing 26 dan 23 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular (CVD) atau kanker. Victoria Taylor, kepala nutrisi di British Heart Foundation menyambut baik temuan dari tim Ohio.
"Banyak dari kita yang memasak makanan pedas lebih banyak dari biasanya serta bereksperimen dengan bumbu dan rempah-rempah bisa menjadi cara bagus untuk menghidupkan suatu masakan rumah sekaligus menambah variasi dengan cara sehat dan bergizi," kata Victoria Taylor dikutip dari Mirror UK.
Cabai segar dan kering, lada hitam atau jus lemon adalah pilihan yang lebih sehat untuk menambah rasa pada makanan Anda dan membantu mengurangi konsumsi garam.
Tapi, Anda harus berhati-hati konsumsi saus cabai yang sudah jadi dan campuran rempah-rempah. Karena, seringkali produk cabai tersebut mengandung tinggi garam.
Anda bisa membaca informasi nutrisi pada kemasan untuk membantu menemukan pilihan produk yang rendah garam. Karena, terlalu banyak garam berkaitan dengan tekanan darah tinggi sebagai faktor risiko penyakit jantung dan peredaran darah.
Penulis senior Dr Bo Xu, seorang ahli jantung di Cleveland Clinic's Heart, Vascular & Thoracic Institute, pun telah mempresentasikan penelitian ini ke pertemuan virtual American Heart Association (AHA).
Penelitian itu berdasarkan catatan kesehatan dan pola makan lebih dari 570 ribu orang di seluruh dunia yang terbesar dari jenisnya.
Baca Juga: Ingin Membesarkan Payudara seperti Nikita Mirzani? Begini Prosedurnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh