Suara.com - Perdana Menteri (PM) Norwegia Erna Solberg mengklaim kesetaraan gender merupakan faktor penting untuk pemulihan berkelanjutan" di tengah pandemi virus korona, menurut sebuah laporan.
“Dampak pandemi pada perempuan juga terbukti di negara kita sendiri,” kata Solberg pada konferensi “Reykjavik Global Forum - Women Leaders 2020” pada hari Selasa. “Kami melihat bahwa pekerjaan perawatan tidak berbayar di rumah tidak merata antara laki-laki dan perempuan.”
"Perempuan menghabiskan lebih banyak waktu daripada pasangan mereka dalam pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak mereka,” tambahnya. Tidak peduli seberapa banyak mereka bekerja di luar rumah.
Dia mengatakan ada "peningkatan yang mengkhawatirkan" secara global dalam angka kemiskinan perempuan, peningkatan kehamilan, dan kekerasan terhadap jenis kelamin perempuan sejak pandemi meningkat di seluruh dunia tahun ini.
“Pengalaman kami adalah berinvestasi dalam pendidikan perempuan dan anak perempuan serta partisipasi dalam angkatan kerja itu bermanfaat,” katanya.
“Partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja berkontribusi lebih banyak bagi kemakmuran Norwegia daripada pendapatan minyak bumi kami.
Namun masa pemulihan akan beresiko pada peningkatan tajam infeksi virus yang dikonfirmasi melonjak tinggi sepanjang masa jauh di atas 120.000 sehari. Kasus meningkat di 49 negara bagian, dan kematian meningkat di 39 negara bagian. Negara ini kini mencatat 240.000 kematian
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!