Suara.com - Mona Ratuliu mengaku tidak tega melihat anak keempatnya, Numa yang berusia 6 bulan mengalami sembelit. Tapi, ia mengatakan hal itu wajar terjadi karena pencernaan anaknya sedang adaptasi dengan menu MPASI.
Di sisi lain, Mona Ratuliu hanya bisa membantu anaknya mengejan ketika buang air besar dengan pijat ILU dan pijat gowes.
Sembelit pada bayi seperti yang dialami anak Mona Ratuliu memang biasa terjadi pada anak dalam tahap MPASI. Tapi, kebanyakan orangtua akan tetap panik melihat anaknya rewel dan menangis karena kesulitan buang air besar (BAB).
Padahal kondisi ini wajar terjadi pada bayi yang baru mulai mengenali makanan padat. Meski begitu dilansir dari Hellosehat, orangtua juga tetap harus mengetahui jenis makanan yang bisa menyebabkan bayi sembelit.
1. Sereal beras
Bayi bisa mengalami sembelit akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan padat, salah satunya sereal beras. Sereal beras adalah makanan yang bisa menyebabkan bayi sembelit karena rendah serat.
Jika benar, Anda bisa mengganti sereal beras untuk bayi dengan sereal oatmeal yang mengandung lebih banyak serat.
2. Pisang
Pisang salah satu makanan padat yang dijadikan menu MPASI. Sayangnya, pisang termasuk makanan yang bisa menyebabkan sembelit pada bayi meskipun teksturnya lembut.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Lolos Uji Mutu, MUI Periksa Aspek Kehalalan
Tapi, ada kemungkinan bear bahwa buah pisang yang diberikan pada bayi belum matang sempurna. Pisang mentah bisa menyebabkan sembelit karena mengandung pati yang sulit dicerna tubuh.
3. Produk susu
Produk susu, seperti yogurt, es krim atau keju juga bisa menyebabkan sembelit pada bayi. Sebagian besar orang percaya bahwa kandungan lemak yang tinggi dan rendah serat dalam produk susu bisa memperlambat proses pencernaan sehingga memicu sembelit.
Jika bayi minum susu formula, sembelit mungkin disebabkan oleh komponen protein dalam susu formulanya.
4. Makanan lain
Ada banyak jensi makanan lain yang bisa menyebabkan sembelit pada bayi, seperti ayam goreng, kentang goreng atau chicken nugget. Karena, makanan itu mengandung banyak minyak dan lemak yang membuat pencernaan bergerak lambat.
Berita Terkait
-
Melahirkan Bayi Terkutuk
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Tutup Telinga dari Rumor Miring, Raffi Ahmad Janji Selalu Ada untuk Anak Angkatnya
-
Di Balik Duka Banjir Sumatera: Mengapa Popok Bayi Jadi Kebutuhan Mendesak di Pengungsian?
-
Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Ungkap Alasan Menyentuh Adopsi Bayi Perempuan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial