Suara.com - Kekebalan tubuh belakangan memang menjadi hal yang paling dibutuhkan terutama dalam memerangi virus corona Covid-19. Dalam hal ini, peneliti di School of Human Development and Health, Fakultas Kedokteran, Universitas Southampton, mengeksplorasi peran nutrisi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi Covid-19.
Melansir dari News Medical, penelitian ini telah diterbitkan pada BMJ Nutrition, Prevention & Health. Studi tersbut menyoroti pentingnya nutrisi meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk melawan infeksi.
Para peneliti menyebutkan bahwa beberapa nutrisi tertentu bisa mengatur ekspresi sistem kekebalan. Dalam hal ini, vitamin A dan D, adalah pengatur langsung ekspresi gen dalam sel kekebalan. Kedua vitamin ini memainkan peran penting dalam pematangan, diferensiasi, dan daya tanggap sel kekebalan.
Antioksidan juga memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari stres oksidatif. Antioksidan klasik didapatkan dari vitamin C dan E termasuk enzim antioksidan seperti katalase, glutathione peroksidase, dan superoksida dismutase.
Oleh karena itu, menjaga tubuh agar tetap mendapat nutrisi yang baik sangat penting untuk memerangi pandemi virus corona. Nutrisi yang baik menyediakan sistem kekebalan untuk merespons infeksi dengan cepat dan tepat. Sedangkan kekurangan zat gizi membuat tubuh dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja dengan baik.
Singkatnya, menjaga tubuh tetap mendapatkan gizi dengan vitamin dan mineral sangat penting dalam perang melawan virus corona Covid-19. Dalam beberapa kasus, bahkan jika seseorang terinfeksi, sistem kekebalan tubuh dapat dengan mudah melawan patogen, mengurangi risiko berkembangnya penyakit parah.
Vitamin A, B6, folat, C, D, dan E, termasuk zinc, tembaga, zat besi, dan selenium telah dibuktikan memainkan peran kunci dalam mendukung sistem kekebalan dan mengurangi risiko infeksi.
"Tampaknya bijaksana bagi individu untuk mengonsumsi nutrisi penting dalam jumlah yang cukup untuk mendukung sistem kekebalan mereka guna membantu mereka menangani patogen jika mereka terinfeksi,” catat para peneliti.
"Konsumsi makanan yang beragam dan bervariasi dari makanan nabati dan hewani yang konsisten dengan pedoman makan sehat saat ini adalah yang terbaik untuk mendukung sistem kekebalan," imbuhnya.
Baca Juga: Pfizer dan BioNTech Ajukan Izin Darurat Vaksin Covid-19 di Eropa
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma