Suara.com - Klaim penuhnya rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 dibantah oleh Satgas Covid-19.
Dalam konferensi pers di Graha BNPB, Koordinator RS Darurat Covid-19, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, SpS, MARS, mengatakan bahwa tingkat hunian di RSD Wisma Atlet tidak sampai 60 persen.
Artinya, masih ada lebih dari 40 persen tempat tidur kosong untuk menampung pasien Covid-19.
"Ketersediaan RSD Wisma Atlet saat ini untuk pasien rawat inap adalah 57,44 persen, jadi masih lebih dari 40 persen tersisa untuk hunian. Sementara untuk isolasi mandiri ada 52,7 persen. Masih cukup lebih dari 40 persen juga di sana," tutur dr Tugas.
Ia menjelaskan untuk pasien isolasi mandiri, jumlahnya adalah 825 orang dari kapasitas 1.500 orang.
Sementara, pasien yang tengah menjalani rawat inap berjumlah 2.541 orang. Pasien rawat inap menghuni tower 4,6, dan 7 sementara pasien tanpa gejala dan isolasi mandir dirawat di tower 5.
Tak bekerja sendiri, dr Tugas mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kapasitas rawat inap dan isolasi mandiri.
"Kami sekarang di Wisma Atlet kolaborasi dengan yang di Pademangan yang dikelola KKP. Kami juga selalu kolabarosai dan koordinasi juga dengan Dinas Kesehatan dan Pemda DKI, terkait hotel dan wisma yang digunakan untuk isolasi mandiri," tutupnya.
Baca Juga: Update 7 Desember: RSD Wisma Atlet Rawat 3.366 Pasien Positif Corona
Berita Terkait
-
Wisma Atlet Kemayoran Akan Dijadikan Hunian untuk Warga Miskin dan PNS
-
Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi
-
Deretan Fakta Wisma Atlet Kemayotan, Gelontorkan Biaya Pembangunan yang Fantastis
-
Menelusuri Sejarah Wisma Atlet, Bekas Mes Asian Games Kini Dicap Sarang Kuntilanak
-
Wisma Atlet Disebut Sarang Kuntilanak, Begini Kata Kementerian PUPR
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?