Suara.com - Batuk dan demam adalah gejala awal virus corona Covid-19. Tapi, beberapa penderita mengalami gejala berkepanjangan beberapa bulan setelah terinfeksi virus corona.
Padahal, sebuah penelitian baru mengungkapkan gejala virus corona bisa bertahan hingga 6 minggu setelah didiagnosis pertama kali.
Studi itu juga telah melaporkan sepertiga dari pasien virus corona Covid-19 menunjukkan gejala hingga 6 minggu setelah terinfeksi.
Para peneliti di Universitas Jenewa mempelajari total 699 orang dengan virus corona Covid-19 yang dikonfirmasi dan tidak memerlukan rawat inap.
Pasien yang mengaku mengalami gejala kelelahan sebanyak 33 persen. Lalu, 6 minggu setelah diagnosis awal, mereka kehilangan indra penciuman dan perasa, sesak napas dan batuk.
Peserta dalam penelitian ini dihubungi secara berkala untuk melaporkan gejala yang dialaminya. Tapi, penelitian tidak menindaklanjuti pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Dalam studi yang diterbitkan Annals of Internal Medicine, telah menyelidiki gejala virus corona Covid-19 dan evolusi longitudinal. Sampaai sekarang, masih sedikit informasi yang ada tentang pengaturan rawat jalan untuk virus corona Covid-19, yang mana 81 persen kasus berada pada spektrum ringan.
"Dari 18 Maret hingga 15 Mei 2020, Rumah Sakit Universitas Jenewa salah satu dari 5 pusat pengujian yang tersedia dan melayani lebih dari 50 persen pasien dengan Covid-19 di kantor Jenewa," jelas studi tersebut dikutip dari Express.
Namun, studi itu hanya melibatkan orang bergejala. Kebanyakan pasien dipanggil setiap 48 jam selama 10 hari pertama dengan wawancara standar yang menanyakan tentang gejala mereka.
Baca Juga: Ilmuwan Klaim Flu Biasa Bisa Bantu Lawan Virus Corona Covid-19
Peneliti akan menangguhkan tindak lanjut selama 10 hari bila pasien menolak, pulih secara klinis atau dirawat di rumah sakit. Selama tindak lanjut, peneliti menemukan batuk dan hilangnya indra penciuman serta perasa sangat umum terjadi di awal.
"Pada 30 hingga 45 hari sejak diagnosis virus corona Covid-19, setidaknya 32 persen dari 669 pasien yang melaporkan satu atau lebih gejala di awal. Mereka mengaku mengalami gejala utama berkelanjutan seperti kelelahan, sesak napas dan hilangnya indra penciuman serta perasa," jelasnya.
Studi tersebut menyimpulkan bahwa pasien dengan COVID-19 mengembangkan serangkaian gejala yang berkembang seiring waktu. Lalu, mengenali gejala yang menetap bisa melegitimasi kekhawatiran pasien terhadap penyakit baru yang tidak dikenal.
Penulis studi juga memperingatkan bahwa orang yang sebelumnya sehat juga bisa terkena virus corona Covd-19. Bahkan gejalanya bisa terasa berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah terinfeksi.
Mereka menemukan sebagian besar atau 69 persen dari mereka yang terlibat dalam penelitian tidak memiliki faktor risiko mendasar.
"Selain tekanan fisik dari gejala mereka, banyak yang sangat khawatir tentang berapa lama lagi gejala virus corona itu akan bertahan? dan apakah beberapa efek samping tidak bisa dipulihkan?," jelas Dr Mayssam Nehme, seorang senior Resident di Universitas Jenewa.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak