Suara.com - Pemerintah telah berupaya memenuhi segala macam sumber daya yang dibutuhkan dan mengerahkan semua tenaga kesehatan untuk bahu membahu-melakukan rangkaian 3T, yakni tracing, testing, dan treatment dengan massif. Masyarakat diminta untuk tertib mematuhi protokol kesehatan demi melindungi diri, keluarga, masyarakat, untuk menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19.
Hal ini dikemukakan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), LetJen (Pur.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K), dalam Jambore Virtual bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama di seluruh Indonesia.
“Pemerintah telah berupaya memenuhi segala macam sumber daya yang dibutuhkan dan mengerahkan tenaga kesehatan untuk bahu-membahu melakukan rangkaian 3T, yakni tracing, testing, dan treatment dengan massif, mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa dari pandemi Covid-19. Untuk itu, tenaga kesehatan dan masyarakat diminta untuk disiplin protokol kesehatan, demi mencegah keterpaparan Covid-19. Sekuat apapun upaya pemerintah tidak akan cukup bila tidak didukung masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Jambore ini merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional k- 56, pada 12 November 202.
Pada bagian lain, Terawan mengatakan apresiasinya kepada para petugas medis.
“Saya mengapresiasi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah berdedikasi tinggi berjuang menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19,” tambahnya.
Jambore virtual juga diisi dengan pemaparan berbagai hal tentang kesehatan. Adapun yang menjadi nara sumber antara lain, Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH, yag didampingi Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Erna Mulati, M.Sc (CMFM), Direktur Kesehatan Lingkungan, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, dan Direktur Gizi Masyarakat, Dr. RR. Dhian Probhoyekti, SKM, MA.
“Kita harus terus menerus mengupayakan agar masyarakat menyadari masalah yang dihadapi dan mencarikan solusinya,” demikian ujar Kirana, mengawali pengalamannya selama 30 tahun lebih menjadi tenaga kesehatan.
“Dibutuhkan pastisipasi masyarakat dalam merubah perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Baca Juga: Insentif untuk 724 Ribu Tenaga Kesehatan Rp 7,69 Triliun Sudah Cair
Ia mengajak para tenaga kesehatan di puskesmas, sebagai tenaga terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dapat mengedukasi di tengah pandemi, dengan tetap aman, sehat dan tetap produktif.
“Tenaga kesehatan berada di tengah industri 4.0. Artinya, mulailah beralih dari kuratif kepada upaya promotif dan preventif melalui artificial intelligence (kecerdasan buatan) di tengah pandemi Covid-19,” timpal Riskiyana.
Ia mengatakan, upaya tenaga kesehatan dalam alih teknologi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan mempunyai daya saing, terutama dalam menghadapi pandemi saat ini.
Pada kesempatan yang sama, Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) memaparkan “Peran Tenaga Promosi Kesehatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19”.
Sebagai organisasi profesi, Dr. Rita Damayanti, MSPH, mengatakan, puskesmas sebaiknya membantu rumah sakit dalam menghadapi pandemik.
“Pada awal pandemi, semua dibebankan di rumah sakit, sehingga kita harus melakukan flattening the curve (meratakan kurva) dengan menekan penularan, supaya rumah sakit tidak kewalahan dan menempatkan promosi kesehatan di garda terdepan,” paparnya.
“Karena itulah, PPPKMI mendukung puskesmas melakukan pengawasan pada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) untuk melakukan layanan dasar, menjangkau kelompok 4 atau kelompok marginal untuk pencegahan Covid-19, dan terlibat dalam gugus tugas Covid-19 dengan pembekalan, pelayanan, edukasi, komunikasi dan sosialisasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ganjar Targetkan 21,2 Juta Warga Jateng Mendapat Vaksin Covid-19
-
Wapres Maruf Amin: Akhir Pandemi Corona Bisa Terwujud Jika...
-
Curhat Wali Kota Sutiaji Dibayang-bayangi Kematian Saat Positif Covid-19
-
Ketua IDI Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19 Pertama, Ingin Jadi Role Model
-
Perludem: Ada Kemungkinan Muncul Klaster Pilkada jika Tak Ada Tracing
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?