Suara.com - Jalan kaki nampaknya belum jadi budaya masyarakat Indonesia. Terlebih saat ini, kita begitu dimanjakan dengan fasilitas transportasi online yang siap mengantar kita kemana saja, bahkan untuk jarak dekat sekalipun. Padahal, jalan kaki, jika dijadikan kebiasaan, dapat memberikan manfaat yang luar biasa pada tubuh, lho.
Nah, buat kamu yang masih belum membiasakan diri jalan kaki dalam aktivitas sehari-hari, ini 10 manfaat jalan kaki yang harus kamu tahu, seperti dikutip dari laman Healthline.
1. Membakar kalori
Jalan kaki sangat berguna untuk membakar kalori. Tentu saja hal ini sangat baik untuk seseorang yang ingin menurunkan berat badan atau sedang diet. Pembakaran kalari pada tubuh dengan jalan kaki tergantung pada beberapa faktor, seperti kecepatan berjalan, jarak yang ditempuh, kondisi jalanan, berat badan, dan lain-lain.
2. Menguatkan kondisi jantung
Jalan kaki juga sangat baik bagi jantung. Jalan kali kaki setidaknya 30 menit dalam sehari, dapat megurangi risiko jantung koroner sekitar 19 persen. Semakin sering seseorang berjalan kaki, akan semakin sehat juga kondisi jantungnya.
3. Membantu menurunkan gula darah
Sebuah penelitian menemukan bahwa jalan kaki selama 15 menit tiga kali sehari (setelah sarapan, makan siang, dan makan malam) dapat menurunkan kadar gula darah lebih banyak daripada berjalan kaki selama 45 menit sekaligus di siang hari.
4. Meredakan nyeri sendi
Nyeri sendi kadang membuat seseorang semakin malas untuk berjalan kaki. Padahal, dengan jalan kaki, justru dapat membantu melindungi persendian, termasuk lutut dan pinggul. Itu karena jalan kaki membantu melumasi dan memperkuat otot yang menopang persendian. Selain itu, jalan kaki 7 hingga 8 kilometer seminggu juga dapat membantu mencegah radang sendi.
5. Meningkatkan kekebalan tubuh
Jalan kaki dipercaya dapat mengurangi risiko terkena flu. sebuah studi melacak 1.000 orang dewasa selama musim flu. Mereka yang berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama 30 hingga 45 menit sehari, mengalami 43 persen lebih sedikit hari sakit dan lebih sedikit mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas secara keseluruhan.
6. Meningkatkan energi
Jalan kaki akan meningkatkan aliran oksigen pada tubuh sehingga memberikan energi lebih. Jalan kaki dapat meningkatkan kadar kortisol, epinefrin, dan norepinefrin yang membantu meningkatkan tingkat energi.
7. Meningkatkan suasana hati
Selain baik untuk fisik, jalan kaki juga dapat menjaga kesehatan mental. Studi menunjukkan, jalan kaki dapat membantu mengurangi kecemasan, depresi, dan suasana hati yang negatif. Selain itu, dengan jalan kaki dapat meningkatkan harga diri seseorang dan membuatnya lebih percaya diri.
Baca Juga: Survei: Jalan Kaki Setengah Jam Cegah Stres dan Depresi saat Pandemi
8. Memperpanjang harapan hidup
Para peneliti menemukan bahwa berjalan kaki dengan kecepatan rata-rata dibandingkan dengan kecepatan lambat menghasilkan 20 persen penurunan risiko kematian secara keseluruhan. Namun, orang yang berjalan kaki dengan cepat justru dapat menyebabkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, jalan kaki yang dilakukan haruslah santai dan tidak terburu-buru.
9. Memperkuat otot kaki
Jalan kaki dapat memperkuat otot kaki. Selain itu, otot kaki juga dapat dilatih dengan berbagai latihan seperti bersepeda, lari, squat, lunge, dan leg curl.
10. Membantu berpikir kreatif
Sebuah studi yang mencakup empat eksperimen membandingkan orang yang mencoba memikirkan ide-ide baru saat mereka berjalan atau duduk. Peneliti menemukan peserta melakukannya lebih baik saat sedang berjalan kaki, terutama saat berjalan di luar ruangan. Oleh karena itu, jalan kaki akan membuat otak berpikir kreatif. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala