Suara.com - Selama pandemi, banyak orang yang menghabiskan waktu pada media sosial. Hal ini yang malah disebut bisa seseorang merasa terisolasi.
Melansir dari Healthshots, sebuah penelitian dari Singapura menunjukkan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dapat membuat orang merasa lebih kesepian. Studi tersebut disusun oleh peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura.
Studi NTU Singapura mensurvei 1.606 penduduk Singapura dari 17 hingga 31 Desember tahun 2020. Hampir 44 persen mengatakan mereka merasa terkuras dari kegiatan konferensi video yang menjadi lebih sering selama wabah covid-19.
Meningkatnya penggunaan alat komunikasi online sebagian bisa didorong oleh perasaan terisolasi dan mendorong rasa kesepian. Ketika ditanya seberapa sering mereka merasa kurang memiliki persahabatan, 35 persen responden menyatakan bahwa mereka kadang-kadang merasakannya, sementara 19 persen merasa sering atau sangat sering merasa terisolasi.
“Interaksi sosial melalui alat komunikasi online ini tentunya menghadirkan tantangan baru. Beberapa mungkin merasa seolah-olah mereka selalu siap sedia di tempat kerja atau di antara teman-teman mereka," ujar Associate Professor Edson C Tandoc Jr, Direktur di IN-cube NTU.
"Orang lain mungkin merasa tidak nyaman dengan menyalakan kamera mereka selama panggilan video atau mungkin tidak memiliki koneksi internet yang stabil. Dengan mengingat kesulitan dan keterbatasan ini, kita perlu memperhatikan ekspektasi kita terhadap orang lain ketika kita menggunakan alat ini atau ketika kita meminta orang lain untuk menggunakannya," imbuhnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia