Suara.com - Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca telah terbukti mampu melawan varian baru virus corona yang mudah menular di Inggris. Vaksin AstraZeneca ini juga memberikan perlindungan serupa pada jenis virus corona lainnya.
Sebelumnya, varian baru virus corona ini telah menjadi pendorong utama penyakit virus corona di Inggris sejak pertengahan Desember 2020. Prof Andrew Pollard, direktur Oxford Vaccine Group mengatakan hal itu terjadi karena penyebaran virus yang cepat.
Penemuan baru dalam "Preprints with The Lancet" pun telah membandingkan kemanjuran vaksin AstraZeneca di antara strain baru virus corona yang bermunculan.
Data dari uji coba mereka terhadap vaksin ChAdOx1 di Inggris menunjukkan bahwa vaksin tidak hanya melindungi dari virus corona aslinya, tetapi juga melindungi diri dari varian barunya yang disebut B.1.1.7.
Para peneliti mengatakan vaksin memberikan perlindungan serupa terhadap penyakit simptomatik dari strain B.1.1.7. Tapi, tingkat perlindungannya sekitar 75 persen yang sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat perlindungan vaksin terhadap virus corona aslinya sebesar 84 persen.
Selain itu, antibodi yang diinduksi 9 kali lebih rendah terhadap B.1.1.7. Temuan ini berasal dari 1.500 hasil swab hidung dan tenggorokan miliki 499 peserta uji coba tahap I dan II pada Oktober 2020 hingga Januari 2021.
“Khasiat ChAdOx1 nCoV-19 terhadap varian B.1.1.7 dari SARS-CoV-2 serupa dengan kemanjuran vaksin terhadap varian lainnya," jelas peneliti dikutip dari Fox News.
Lebih lanjut, vaksinasi ChAdOx1 nCoV-19 menghasilkan pengurangan durasi pelepasan dan viral load, yang telah menyebabkan penularan virus corona.
Ilmuwan Inggris telah memperkirakan bahwa B.1.1.7 adalah jenis virus corona yang bisa menyebar 50 hingga 70 persen lebih mudah dari orang ke orang. Ada beberapa data yang menunjukkan bahwa varian tersebut juga lebih mematikan.
Baca Juga: Munculnya Vaksin Bikin Covid-19 Akan Seperti Flu Musiman
Vaksin Oxford-AstraZeneca telah disetujui untuk digunakan di Inggris. Bahkan lebih dari 10 juta dosis vaksin telah dibagikan di seluruh wilayah di Inggris.
Pemberian vaksin ini juga dalam pemantauan. adan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) mengatakan ada tingkat dugaan efek samping 3 per 1.000 dosis yang diberikan pada 9 Desember 2020 hingga 24 Januari 2021.
"Data yang meyakinkan ini telah menunjukkan bahwa sebagian besar efek samping bersifat ringan dan semuanya juga terjadi pada vaksin jenis lain, seperti vaksin flu musiman," jelas MHRA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!