Suara.com - Ambeien alias wasir merupakan penyakit sangat menyebalkan. Jika tak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Tak hanya membuat BAB berdarah, pasien ambeien juga akan kesulitan untuk melakukan aktivitas harian. Duduk terlalu lama misalnya, bisa menyebabkan rasa sakit yang amat.
Dalam bahasa kedokteran, kondisi ini disebut sebagai hemoroid. Masyarakat awam juga sering menyebut ambeien sebagai penyakit wasir.
Penyebeb Ambeien
Lalu, apa penyebab ambeien sebenarnya? Dilansir Hello Sehat, ambeien merupakan kondisi peradangan yang membuat pembuluh darah vena di sekitar anus membengkak.
Pembengkakan dapat muncul di dalam rektum, yaitu saluran yang menghubungkan usus besar dengan anus, atau di sekitar anus.
Biasanya penyakit ini disebabkan karena mengejan terlalu sering dan dalam waktu yang lama saat buang air besar.
Ambeien merupakan gangguan pencernaan yang termasuk umum dan pernah dialami oleh banyak orang. Berdasarkan penelitian, pada usia 50 tahun, hampir setengah populasi pernah mengalami wasir.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tapi lebih sering terjadi pada ibu hamil, pasien sembelit, atau pasien diare kronis.
Baca Juga: Awas! Kelamaan Duduk Saat WFH Bisa Tingkatkan Risiko Kena Wasir
Secara singkat, ambeien terbagi menjadi dua jenis yakni ambeien internal dan eksternal. Keudnya memiliki gejala dan tanda yang berbeda-beda.
Pada ambeien internal, pembengkakan terjadi di dalam saluran rektum. Ini membuatnya jarang terasa nyeri namun rentan membuat BAB berdarah.
Bila wasir berkembang atau benjolannya keluar dari anus, akibatnya Anda akan merasa perih dan susah buang air besar.
Sementara pada ambeien eksternal, pembengkakan muncul di luar anus, terasa agtal dan nyeri, serta rentan robek dan berdarah.
Biasanya, gejala ini dapat menghilang dalam beberapa hari. Meski demikian, bila Anda terbiasa membersihkan anus dengan kasar atau terlalu sering mengejan, gejalanya bisa bertahan lebih lama.
Berita Terkait
-
Kalah Praperadilan, Pulih dari Operasi Ambeien, Nadiem: Saya Siap Jalani Proses Hukum
-
Balik Lagi ke Penjara, Kok Bisa Nadiem Makarim Sakit Ambeien sampai Mesti Dioperasi di RS?
-
Keluar Penjara Dalih Operasi Ambeien, Kejagung Klaim Nadiem Makarim Tetap Diborgol Selama di RS
-
Bukan Drama Hukum, Nadiem Makarim Dibantarkan dari Sel Tahanan karena Sakit Ambeien
-
Varises Esofagus Bisa Picu BAB dan Muntah Darah Hitam, Ini Penjelasan Dokter Bedah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan