Suara.com - Sejumlah orang di Amerika Serikat mengalami efek samping kelainan darah langka, yang disebut trombositopenia imun (ITP) setelah menerima vaksin Covid-19.
Pada Senin (8/2/2021), New York Times memberitakan 36 orang mengalami ITP dan laporan mereka sudah diserahkan ke Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin (VAERS) pemerintah federal.
Kasus ini terbagi rata antara Pfizer dan Moderna, dan tampaknya tidak ada spesifik usia atau jenis kelamin.
Namun, hingga kini belum diketahui secara jelas apakah vaksin yang menyebabkan kondisi tersebut secara langsung. Jika iya, kemungkinan kejadiannya masih sangat jarang.
Dalam uji klinis vaksin Moderna dan Pfizer yang masing-masing melibatkan 30.000 dan 44.000 orang, dilansir Health, kejadian buruk serius jarang terjadi.
Data uji klinis dari dua perusahaan farmasi tersebut yang terbit di New England Journal of Medicine tidak menyebutkan trombositopenia imun sebagai efek samping vaksin.
Trombositopenia merupakan istilah medis yang artinya jumlah trombosit di tubuh rendah. Sedangkan ITP merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan trombositnya sendiri lalu menghasilkan lebih sedikit trombosit dari biasanya.
Profesor emeritus pediatri di Weill Cornell Medicine di New York City, James Bussel, MD, mengatakan jumlah trombosit normal berkisar antara 150.000 dan 450.000 per mikroliter darah.
Bisa saja seseorang mengalami penurunan trombosit dan tidak memiliki gejala. Tapi saat kadarnya sangat rendah, penderita dapat mengalami memar dan pendarahan.
Baca Juga: Keren! Distribusi Vaksin Covid Dipelototi Sistem Pelacak Berbasis IoT
Pada orang yang sudah divaksin, beberapa mengalami memar di lengan dan kakinya melepuh serta kulitnya berdarah sehari setelah mendapat dosis pertama vaksin Moderna.
Wanita lain mengalami pendarahan hebat di vagina dan bintik-bintk merah di pergelangan tangan serta kakinya.
Kedua orang ini berhasil mendapatkan perawatan di rumah sakit dan sudah dipulangkan minggu lalu.
Dalam pernyataan, Pfizer mengatakan bahwa mereka sedang mengumpulkan informasi efek samping ini untuk dibagikan dengan FDA.
"Namun, saat ini, kami belum dapat menemukan hubungan sebab akibat dengan vaksin kami," kata perusahaan itu.
Sedangkan juru bicara Moderna mengatakan perusahaannya akan terus memantau keamanan vaksinnya dan berbagi informasi keselamatan dengan regulator vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya