Suara.com - Gangguan pendengaran bisa dialami siapa saja, bahkan juga anak-anak. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa gangguan pendengaran dapat dicegah dengan imunisasi.
"Pada anak-anak, hampir 60 persen gangguan pendengaran dapat dicegah melalui tindakan seperti imunisasi untuk pencegahan rubella dan meningitis, peningkatan perawatan ibu dan bayi, dan skrining untuk dan manajemen awal, otitis media (penyakit radang telinga tengah)," kata WHO dikutip dari situs resminya, Rabu (3/3/2021).
Sedangkan pada orang dewasa, pencegahan dilakukan dengan pengendalian kebisingan, pendengaran yang aman dan pengawasan obat-obatan ototoxic juga dengan kebersihan telinga yang baik. Pemeriksaan klinis secara rutin juga bisa memastikan setiap gangguan pendengaran dan telinga dapat diketahui sedini mungkin.
"Kemajuan teknologi terkini, termasuk alat yang akurat dan mudah digunakan, dapat mengidentifikasi penyakit telinga dan gangguan pendengaran pada usia berapa pun, dalam pengaturan klinis atau komunitas, dan dengan pelatihan dan sumber daya yang terbatas," lanjut WHO.
Setelah diagnosa selesai, pengobatan secara dini menjadi kuncinya. Perawatan medis dan bedah dapat menyembuhkan sebagian besar penyakit telinga, bahkan berpotensi mengembalikan pendengaran seperti semula.
Namun, jika gangguan pendengaran tidak dapat disembuhkan, WHO menyarankan rehabilitasi dapat dilakukan terhadap pasien agar terhindar dari konsekuensi merugikan akibat gangguan pendengaran.
Teknologi pendengaran, seperti alat bantu dengar dan implan koklea, jika disertai dengan layanan dukungan yang tepat dan terapi rehabilitasi juga akan efektif dan hemat biaya pengobatan.
Direktur Departemen Penyakit Tidak Menular WHO Dr Bente Mikkelsen mengatakan teknologi dan layanan bantuan pendengaran seperti teks dan interpretasi bahasa isyarat dapat lebih meningkatkan akses komunikasi dan pendidikan bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran.
“Untuk memastikan bahwa manfaat dari kemajuan dan solusi teknologi ini dapat diakses secara adil oleh semua, negara harus mengadopsi pendekatan yang berpusat pada manusia,” kata Bente.
Baca Juga: Khusus Pria, Minum Kopi Setiap Hari Turunkan Risiko Gangguan Pendengaran
Memasukan program perawatan telinga dan pendengaran dalam rencana kesehatan nasional juga menyampaikannya melalui sistem kesehatan yang diperkuat, menurut Bente sangat penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang berisiko atau hidup dengan gangguan pendengaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak