Suara.com - Tiga negara anggota Uni Eropa yakni Israel, Austria, dan Denmark membentuk aliansi vaksin Covid-19, demi memastikan pasokan vaksin lancar.
Dilansir ANTARA, aliansi akan fokus pada dana penelitian dan pengembangan bersama demi memfasilitasi produksi vaksin Covid-19.
Harapannya, aliansi ini bisa menghasilkan vaksin Covid-19 sehingga pasokan aman dan mampu menghalau mutasi virus Corona.
Dua negara anggota Uni Eropa itu, Austria dan Denmark, telah kesal karena penundaan dalam pemesanan, persetujuan dan pendistribusian vaksin di dalam Uni Eropa yang telah membuat dua negara itu tertinggal jauh dalam pelaksanaan vaksinasi COVID di belakang Israel.
Israel menjadi yang tercepat dan mengalahkan negara-negara di dunia dalam hal pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Setelah menjamu rekan-rekan Austria dan Denmarknya untuk melakukan pembicaraan dan tur ke sebuah pusat kebugaran Israel yang terbuka bagi mereka yang terdokumentasi telah divaksinasi atau pulih dari COVID-19 dengan dugaan kekebalan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan pakta aliansi vaksin tersebut.
"Setelah kami mengatasi siklus penyakit ini, kami tidak memiliki jaminan bahwa penyakit itu tidak akan kembali. Kami tidak tahu berapa lama - tidak ada yang tahu - berapa lama vaksin ini akan bertahan," kata Netanyahu pada konferensi pers bersama.
"Dan karena itu kami harus melindungi rakyat kami dari kemunculan kembali pandemi atau mutasi virus ini," ujarnya.
Kanselir Austria Sebastian Kurz mengatakan dia sangat senang tentang inisiatif vaksin Uni Eropa tetapi Austria juga perlu bekerja sama dengan negara lain di seluruh dunia.
Baca Juga: Dokter Imbau Kenali Reaksi Hipersensitivitas Kulit usai Divaksin Moderna
Komisi Eropa mengatakan negara-negara anggota Uni Eropa bebas untuk membuat kesepakatan terpisah jika mereka mau.
Pakta trilateral itu, kata Kurz, akan mencakup investasi di pabrik produksi vaksin di Eropa dan Israel, dan setiap negara berkontribusi semaksimal mungkin untuk siklus manufaktur.
"Di Austria, misalnya, produksi lipid yang diperlukan untuk banyak vaksin sudah berlangsung," ujar Kurz.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan negaranya ingin meningkatkan kapasitas produksi vaksinnya.
"Kami ingin bersama juga untuk mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dalam uji klinis vaksin dengan Israel dan Austria," katanya.
Netanyahu, yang mengatakan 90 persen orang Israel yang memenuhi syarat telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Pfizer/BioNTech atau pulih dari virus corona, telah menjadikan program vaksinasi di Israel itu sebagai kampanyenya untuk pemilihan umum 23 Maret.
Berita Terkait
-
Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia
-
Emil Audero Masuk 5 Besar Kiper Terbaik di Liga Top Eropa
-
Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan
-
Eropa Balas Trump Imbas Konflik Greenland, Perdagangan Produk AS Dibatasi Ketat
-
Selamat Tinggal, Thom Haye Kembali ke Eropa
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren