Suara.com - Rambut rontok secara tiba-tiba bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius daripada ketombe.
Salah satunya adalah alopecia areata, penyakit autoimun yang bisa menyebabkan rantuk rontok.
Alopecia areata adalah jenis kerontokan rambut yang berulang yang dapat mempengaruhi area bantalan rambut dan bermanifestasi dengan beberapa pola bisa dalam bentuk rambut rontok mendadak di kulit kepala bahkan alis, bulu mata, dan wajah.
Dilansir melalui Healthshots, Alopecia areata adalah kondisi autoimun dan kondisi tersebut berkembang ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira sel sehat untuk zat asing dan melindungi tubuh Anda dari penyerang asing, seperti virus dan bakteri.
Dalam kasus alopecia areata, sistem kekebalan Anda mungkin secara keliru menyerang folikel rambut, yang merupakan struktur tempat rambut tumbuh.
Folikel, akibat serangan yang salah, menjadi lebih kecil dan berhenti memproduksi rambut, yang menyebabkan kerontokan rambut.
Untuk membantu Anda mengetahui kondisi tersebut sedini mungkin, berikut tiga tanda yang akan membantu Anda menangani alopecia areata.
Rambut tiba-tiba rontok
Gejala utama alopecia areata adalah rambut rontok mendadak, di mana rambut biasanya rontok dalam bercak kecil seukuran koin di kulit kepala.
Baca Juga: Rambut Rontok Jadi Dampak Jangka Panjang COVID-19? Begini Kata Penelitian
Anda mungkin melihat gumpalan rambut di bantal atau di kamar mandi. Anda mungkin juga merasakan gatal atau rasa terbakar di area tersebut sebelum rambut rontok.
Tanda klinis
Anda mungkin juga melihat bulu tanda seru yang muncul ketika beberapa helai rambut pendek semakin menyempit di bagian bawah dan tumbuh di dalam atau di sekitar tepi bintik-bintik botak.
Selain itu, Anda juga bisa mengalami rambut bangkai, yaitu rambut yang patah sebelum mencapai permukaan kulit dan rambut putih juga bisa tumbuh di area yang terkena rambut rontok.
Perubahan kuku
Alopecia areata juga dapat mempengaruhi kuku jari tangan dan kaki, dan ada sejumlah perubahan yang dapat terjadi pada kuku, seperti penyok, bintik-bintik putih, garis-garis, kekasaran, kehilangan kilau dan penipisan serta pecahnya kuku.
Berita Terkait
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas
-
5 Perawatan Rambut Sehat Versi dr Tirta, Ampuh Cegah Rontok di Usia Matang
-
5 Sampo Non SLS untuk Rambut Rontok di Usia 40 Tahun
-
5 Rekomendasi Rosemary Oil untuk Atasi Kebotakan Dini, Cegah Rontok dan Lebatkan Rambut
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya