Suara.com - Tali pusat atau atau tali pusar berfungsi menghubungkan plasenta guna menyalurkan nutrisi dari ibu ke janin yang dikandung. Setelah bayi lahir ke dunia, tali pusat umumnya dibuang atau ditanam sesuai adat istiadat yang berlaku di Indonesia.
Namun dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran, tali pusat ternyata memiliki potensi besar sebagai sumber stem cell (sel punca) atau induk dari semua sel yang ada dalam tubuh manusia.
Ilmu Kedokteran Preventive & Regeneratif menggunakan sel punca sebagai investasi kesehatan yang diklai mampu memberikan manfaat kesehatan dan harapan bagi si bayi maupun keluarga lainnya.
Menurut founder Celltech Stem Cell Centre (CSC), Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, sel punca tali pusat telah digunakan untuk terapi pada hampir 80 tipe penyakit dengan lebih dari 35.000 transplantasi.
Beberapa waktu lalu CSC baru saja melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care (RSIA KMC) mengenai pelayanan laboratorium dan bank sel punca khususnya mengenai tali pusat.
"CSC merupakan laboratorium riset, pengolahan dan penyimpanan sel punca yang telah memiliki izin operasional dari Kemenkes dan terakrediatsi WOCPM," kata Profesor Deby Vinski melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (15/3/2021).
Ia melanjutkan, laboratorium CSC sudag berstandar International UPS (Uninteruptable Power System) di mana sistem listrik dengan back up teknologi canggih tanpa khawatir listrik padam.
"Kelebihan CSC dibandingkan dengan laboratorium dan bank stem cell lain adalah karena CSC memiliki metode Quantum Stem Cell hanya ada 2 di Asia yaitu Celltech di Indonesia dan Jepang," katanya lagi.
Quantum Stem Cell merupakan suatu teknologi canggih berupa metode yang dilakukan secara closed system dimana sel akan diproliferasi dalam waktu lebih singkat 100-300 kali lipat di bandingkan dengan cara konvensional.
Baca Juga: Uji Klinis Perawatan Gejala Covid-19 Berbasis Sel Punca Mulai Dilakukan
Kemudian sel yang dihasilkan dengan kualitas terbaik akan disimpan di Bank Stem Cell yang dimiliki oleh CELLTECH yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan medis di masa depan bagi pasien dan keluarganya.
Di dunia, stem cell tali pusat dianggap sangat bermanfaat untuk mengatasi diabetes, cerebral palsy, autis, penyakit auto imun , kelainan orthopedis, osteoarthritis pada lutut dan tulang belakang, osteoporosi, trauma luka bakar, multiple sclerosis, lupus, COPD, dementia, alzheimer, parkinson, hingga kanker.
Selain mengatasi penyakit, stem cell tali pusat juga bermanfaat untuk vitalitas dan kecantikan perempuan dan laki-laki.
Selain itu, sesuai Permenkes 32 tahun 2018, terapi stem cell dapat dijalankan bukan hanya di RS tapi juga di Klinik Utama.
"Semoga di masa depan banyak pesohor dalam dan luar negeri yang menjalani terapi Stem cell di Indonesia melalui hadirnya Celltech dengan gedung Vinski Tower yang mewah dan megah dilengkapi dengan helipad di lantai 10, tentu sangat mendukung medical tourism dan mendukung imbauan karena bisa mengembalikan devisa yang ratusan trilyun melayang ke negara tetangga," tutup Deby.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa